Serpihan Cinta Lama

Serpihan Cinta Lama

  • WpView
    Reads 1,404
  • WpVote
    Votes 152
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 4, 2017
Aku telah melangkah melewati beribu-ribu jarak, beribu-ribu hari, membawa ruang kosong dihatiku. Cinta telah kutitipkan pada masa lalu, tetapi aku masih menyimpan sehela harapan masa depan bersamamu. Aku masih ingat hangat jemarimu dipipiku, membawakan getar hidup yang hilang bersama langkahmu yang menjauh. Lalu, hari ini, kamu tiba-tiba berdiri dihadapanku, menatapku lekat, seolah membiarkanku membaca gurat-gurat kisah yang selalu kamu sembunyikan. Aku hanyut dalam diam; seketika mengulang kembali sebuah kisah Cinta dalam benakku. Kali ini, apakah hanya Cinta yang kamu bawakan untukku? dan, apakah kamu berharap aku menyambutmu dalam peluk hangat dan isak penuh kerinduan? tapi, aku takut Cinta seperti pelang yang indabterlihat, tetapi ternyata hanyalah ilusi. Dan, aku khawatir ketika mendapatimu hanya terdiam. Apakah kamu pun mulai ragu dengan Cinta, Cinta yang kamu bawakan kemarin untukku?
All Rights Reserved
#43
rondom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Yang Tertinggal
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]
  • Five Meters To Many Thousands Kilometers
  • Two Times For Love
  • Cahaya Dirimu
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • Everything Between Us (ON GOING)

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines