Who Are You?

Who Are You?

  • WpView
    LECTURES 859
  • WpVote
    Votes 106
  • WpPart
    Chapitres 17
WpMetadataReadTerminé mer., mai 10, 2017
"Sebenrnya apa sih mau lo?" Anggun hanya diam saat mata coklat itu menatapnya intens dan tajam "Simple,kasih satu alasan kenapa lo ngejauhin gw!" Si bola mata coklat tampak tertegun atas pertanyaan watados yang keluar dengan lancar dari bibir mungil anggun!! "Karna lo..."ucapnya menggantung sambil terus menatap tajam anggun "Adalah kelemahan terbesar gw,!!,puas" "Hah?"hanya kata itu yang dapat anggun katakan untuk sekarang ini.dia masih diam ditempatanya sambil menatap bingung punggung yang kini mulai menjuh darinya! "Apapun alasan lo,itu gak akan ngerubah apapun" "Dan Jangan salahin gw !!karna gak akan pernah ngebiarin lo hidup tenang sebelum gw tau semuanya,dan kalau emang nanti gw harus pergi dari lo,gw akan lakuin tanpa harus lo suruh lagi!"
Tous Droits Réservés
#57
dwi
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Rain in November • HIATUS
  • AFTER (COMPLETE)
  • BLACK LIFE [DewTee]
  • Bad Boy [Dewtee]
  • ice bear kesayangan
  • ZERGAN
  • THREE LITTLE FOXES (END)
  • • D I V I N E__ D E C R E E, FA T E •

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu