728 HARI

728 HARI

  • WpView
    Reads 214,260
  • WpVote
    Votes 7,180
  • WpPart
    Parts 73
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 26, 2017
Ini kisah nyata, dear... Banjir airmata. Tapi, elegan & inspiratif. Tokoh di novel, cewe cantik, jarang nangis. She pejuang kehidupan yg inspiratif (seperti ditulis novelis Agnes Davonar sebagai endorsement di Cover novel ini). Mengapa novelis terkenal Indonesia, Agnes Davonar merekomendasikan novel ini? Sebab, cerita novel ini mirip novel karya she: "Surat Kecil untuk Tuhan". Sama-sama kisah nyata, sama-sama tentang penyakit, tokoh novel juga sama-sama anak remaja. Bedanya, tokoh di novel ini berpenyakit Lupus. Penyakit yang mengerikan, sayang... Organ dalam terpaksa harus dibuang, satu demi satu, hingga habis... Perbedaan lainnya, beda jalan cerita. Juga beda teknis penulisan. Penulisan di novel ini keren, coz ditulis oleh wartawan. Stop... gue gak banyak omong lagi... Langsung saja... mulai baca. Prolog dulu. Jika jelek, buang saja. Kalau anda suka, silakan lanjut... Selamat baca, sayang...
All Rights Reserved
#46
lupus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Waktu?
  • DENNIES
  • Amanda
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • Juan [REVISI]
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Sejenak Luka

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines