Story cover for Hopeless by ptrsalwa
Hopeless
  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 3
Complete, First published Jan 04, 2017
Cintaa...
Sebenarnya apa itu Cinta?
Mengapa sejak mengenalnya hidup ku berubah -Nathalia Alexandra
All Rights Reserved
Sign up to add Hopeless to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You're Here, But Not For Me by MyMiela
8 parts Ongoing
Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.
My Diary by LissaAnissa5
15 parts Complete
Kata siapa jatuh cinta itu ada batas usia Kata siapa jatuh cinta itu harus sebaya Toh cinta datang dari hati yang bermetamorfosa menjadi sayang Bahkan kita sendiri tidak tahu kenapa bisa timbul rasa cinta Karena definisi cinta sejati tak akan bisa tergambar dengan kata kata buaya Ia tak akan bisa dibatasi usia Ia datang dengan tulus dan menetap dengan bahagia Kawanku, mari aku ceritakan kisah cinta sederhana ini Sebelum itu, pernahkah kalian jatuh cinta pada sosok yang lebih tua Maksudku, 2 bahkan 3 tahun diatas kalian walaupun aku sadar, bahwa bersama dengannya adalah suatu kemustahilan kerena tasbihku tak akan bisa pernah bersatu dengan kalung salibnya sampai saat ini perasaan itu tak tergantikan Entah bagaimana dia membuatku bisa sejauh ini mencintainya Entah bagaimana dia menbuatku menetap dengan sengsara Bahkan jarak dan waktu memisahkan kami Kita juga tak pernah dekat sebagai orang special dimasa lalu Hanya bertutur sapa layaknya adek kelas 1 tahun, ya hanya 1 tahun aku mengenalnya Lalu ia melanjutkan mimpinya ke kota nun jauh disana Dan 9 tahun, ya 9 tahun aku menyimpan perasaan bodoh ini Banyak orang baru yang kutemui, banyak orang baru yang masuk kehidupku Tapi tidak ada yang membuat aku mencinta seperti aku mencintainya Menangis seperti aku mengeluarkan air mata hanya untuk sosoknya Merana hanya memandang status WA tanpa bisa membalas sesuka Meratap sosok gagah berani dengan panah dan kudanya Aku hanya gadis beranjak dewasa yang memimpikan pangeran berkuda putih datang dengan gagahnya Bisakah dia menjadi pengeranku? Bisakah dia membawaku dengan kudanya layak Ertugrul Ghazi membawa Halime Hatun di series Turki yang aku tonton Bolehkan aku bermimpi demikian?
You may also like
Slide 1 of 9
You're Here, But Not For Me cover
I Love You Prilly cover
Remember?  cover
GRIZLEN {On Going} cover
My Perfect BoyFriend cover
Sekali Lagi (End)  cover
Cinta ini untukmu ( Completed ) cover
Planning Or Love cover
My Diary cover

You're Here, But Not For Me

8 parts Ongoing

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.