I Believe

I Believe

  • WpView
    Reads 249
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Mon, Jan 30, 2017
Lisa seorang gadis cantik dan bakat melukis tinggal bersama neneknya di desa yang tidak terlalu ramai tapi rumahnya seperti sebuah istana yang didalamnya semua benda dapat berbicara,melakukan pekerjaan yang disuruh tuan rumahnya dan lainnya Looh kok bisa? karna hal tersebut terjadi atas dasar kutukan yang pernah dikatakan seorang nenek tua pada orang yang sombong terhadap orang yang lemah dan seenaknya yaitu mereka yang sekarang menjadi benda tersebut fasha aldi seorang lelaki yang tinggal di dunia nyata berbeda dengan lisa dia dikota bersama kedua orang tuanya tentunya. anehnya dia tersesat di dunia yang menurutnya menyeramkan.. sebenarnya dia terbawa oleh karpet terbang yang pernah ia kunjungi dimuseum saat dia study tour sekolahnya. Okee silahkan simak saja ya cerita pertama saya yang hanya khayalan heheh 😁😀☺😊
All Rights Reserved
#8
awalyangbaru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EPHEMERAL PRINCESS {END} ✓
  • LOVE COMES LATE (JENLISA)
  • Scond Life Fake Nerd
  • Relationship
  • dijodohkan dengan ustadz Daniel
  • HI, NEIGHBOR! - JENLISA [G×G]
  • ESCAPE - JENLISA [G×G]
  • RUMAH SINGGAH ✔️

Ephemeral berlaku bagi semesta ciptaan Tuhan. Begitu juga bagi gadis berjiwa indah itu. Dia hanyalah hujan di tengah musim kemarau yang datangnya didamba. Namun, hadirnya kerap dianggap tak ada. Nathalie Abigail Putri Gavriel. "Jen, gue pengen jadi bintang paling terang di atas sana," ucap Natha. "Bintang di atas sana udah banyak, Nath. Lo gak perlu repot-repot buat menjelma jadi bintang disana, karena Lo udah jadi bintang paling terang - ..." ucap Jeno menarik perhatian Natha sehingga gadis itu menoleh ke arahnya. "Di hati gue." "Natha ... gue sayang Lo, Nath. Natha-Nya Jeno. Jeno memang bukan pacar nya Natha, tapi Jeno temen hidupnya Natha." Gadis dengan Sejuta Luka dan Nestapa. Membangun rumah untuk sekelilingnya, meskipun dirinya tak memiliki rumah tempat berkeluh kesah. Dia adalah pemilik kisah Amerta, sedang hadirnya sendiri Lengkara. "Dek!" "Hmmm?" "Gue baru baca artikel. Katanya ada siswi SMA yang sinting karena kebanyakan belajar," tutur Rafa dengan nada dibuat menyeramkan. Natha berdecih mendengar berita omong kosong itu. "Ngarang aja lo, Bang!" "Dih, gak percaya! Beneran lho?" Rafa menekankan nada bicaranya meyakinkan Sang adik. "Y. serah," pasrah Natha menimpali ucapan nyeleneh Rafa. "Jangan gila belajar, Nath ..." tegur Rafa merasa tidak tega melihat Natha belajar dengan giat. Namun, tak pernah diapresiasi. "Kalo gak belajar gue bego. Kalo bego- ... Mama Papa gak perhatian lagi sama gue," sahut si bungsu pula. "Emang kalo Lo pinter Mama Papa perhatian sama Lo?" cetus Rafa dengan spontan. Natha tersenyum miris lantas menutup buku catatan tersebut. "Nggak juga sih, mereka cuma perhatian kalo gue sakit. Apa gue sakit sakitan aja ya, Bang?" Gadis itu kemudian menoleh pada Abangnya dengan senyuman pilu. "Tuh kan! Beneran sinting kan jadinya? Gara-gara kebanyakan belajar nih pasti." Kisah ini milik Nathalie dan Nayanika. Dua sosok dalam satu raga. Satu jiwa dan satu rasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines