Hold
  • WpView
    Reads 428
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 8, 2017
"Kau harus tatap mataku jika posisi kita sedang seperti ini, jangan gugup" kata justin memperingati selena yang berulang kali sudah di-ucapkannya. "Ehm-m-bisa kau ganti saja posisiku dengan dancer yang lain?" ungkap selena menutupi kegugupannya dengan alasan mencari dancer yang lain untuk menggantikan posisinya. "Aku tidak tahu apa apa, manager-ku yang memilihmu" kata justin sambil melepas pinggang ramping selena membuat gadis itu terhempas begitu saja di lantai. "Aduh!!" *********** Ini kisah tentang selena gomez yang tergila gila dengan sejuta pesona penyanyi muda nan tampan bernama justin bieber. Selena dengan seluruh keberanian-nya ikut casting menjadi dancer justin untuk konser dunia-nya. Akankah selena dapat lolos casting dari audisi tersebut dan dapat menaklukkan hati sang idola? +-+-+-+-+-+-+-+ Heyho?!! Ini fanfiction-nya justin bieber dan selena gomez yah, mudah mudahan kalian suka. And finally happy reading. Don't forget to vomments guys^^ Nuranisaananda©® 2017
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • I Was The Evil Witch
  • 13 Days With Daddy ✔️
  • Idiot SuperStar✌(j.b)
  • Does He Love Me?
  • I WAS BORN TO BE ALONE [END]
  • unexpected love
  • NEW BIEBER
  • Perfect Husband- J.b & s.g
  • Reborn; I Became a Child

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines