I Wish You Were Here

I Wish You Were Here

  • WpView
    Reads 2,715
  • WpVote
    Votes 109
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 25, 2017
Aku sering menemukanmu dalam mimpi di tidurku. Entah aku yang mengundangmu masuk dengan harapan ingin kau disini, ataupun kau yang seenaknya masuk dengan maksud membuatku agar semakin dalam merindukanmu. Sungguh sesuatu yang sangat indah dan menyenangkan jika kau menjadi bagian di dalamnya. Mimpi adalah bagian dari hidupku. Dan aku tersadar bahwa "engkau" adalah bagian terindah dari mimpiku. Terima kasih sudah mengajarkanku banyak hal. Termasuk kebahagiaan. Jika berkenan, tetaplah menetap di ruang kosong yang kusediakan khusus buatmu dihatiku. Dan jika bisa, tolong jangan pergi (lagi) seperti mereka yang seenaknya datang dan seenaknya pergi meninggalkan luka tanpa rasa bersalah. Harapanku tidak banyak. Jika tentang cinta, aku hanya berharap kau bisa selalu "ada" disini terus bersamaku. Kalau itu tidak bisa juga, bisakah kau tidak banyak memberi harapan palsu buatku? Kau tau, diberi harapan tinggi lalu ditinggalkan secara tibatiba itu tidak enak. Jadi, bisakah kau tetap disini?
All Rights Reserved
#37
angelica
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • When his name is
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Titik Yang Benar
  • fake love
  • Resital Sunyi (End)
  • Kalut
  • SalFlo
  • A Place Called Home
  • Become an Extra or Main Character [END]

"Semua tak seperti yang diharapkan. Cinta hanya ada dalam mimpi, cinta hanya ada dalam hati, cinta hanya terungkap dari tulisan ini." "Kali ini pagi menceritakan tentang dingin malam, tentang kopi yang begadang, dan doa-doa sisa air mata." "Ternyata aku masih terlalu mentah untuk mekar bersamamu, aku masih terlalu kanak-kanak untuk mengiringi langkahmu. Untuk lembar-lembar berikutnya, tulislah kisah barumu." "Hari kemarin atau esok sama saja dengan hari ini. Duka dan suka menjadi seirama lagu, matahari di luar, matahari dalam hati menyatu dalam kepiluan sukmaku." "Ada yang meleleh di ujung kedua mataku, begitu goretan-goretan pena itu selesai kubaca. Ternyata bendungan air mataku tidak terlalu kuat sehingga jebol lagi, meski baru sedikit."

More details
WpActionLinkContent Guidelines