Sebait Kenangan

Sebait Kenangan

  • WpView
    LECTURAS 354,997
  • WpVote
    Votos 6,688
  • WpPart
    Partes 72
WpMetadataReadConcluida vie, jul 20, 2018
Hingga senja itu kita masih saja tak bertegur sapa, hingga matahari beristirahat pada tahtanya, aku masih belum paham alasan pasti kau pergi. #85 dalam poetry (1 juni 2017) #73 dalam poetry (12 oktober 2017) #24 dalam poetry ( 7 november 2017) #7 dalam kumpulan puisi (17 oktober 2018)
Todos los derechos reservados
#39
kumpulanpuisi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Segala Tentangmu ❝
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Quotes About Everything
  • Setelah Langit Berbisik
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.

Langit yang Tak Pernah Pulang Ketika langit bukan lagi tempat bernaung, tapi tempat berpulang. Angkasa Rayendra Mahatma tidak tumbuh dalam pelukan keluarga Cemara. Di usianya yang kedelapan, ia menyaksikan rumah tangga orang tuanya runtuh. Ibunya menjadi satu-satunya alasan ia bertahan, hingga takdir kembali merenggut-di usia dua puluh, ia kehilangan satu-satunya tempat pulang. Sejak saat itu, ia berjalan sendiri. Dengan luka yang membatu, dengan hati yang tak lagi percaya. Sosok yang dingin, cuek, dan tertutup. Tapi di balik semua itu, Angkasa menyimpan ketulusan yang jarang ditemui. Ia masih suka menolong diam-diam, memotret langit senja, dan menuliskan isi kepalanya dalam baris-baris rahasia yang tak pernah dipublikasikan. Ia tak percaya cinta lagi. Bukan karena tak ingin, tapi karena pernah dikhianati oleh yang paling ia percaya. Hingga suatu hari, sebuah DM sederhana dari seorang followers di Instagram-nya menjadi awal dari sesuatu yang tidak ia sangka. Seorang perempuan bernama Alya Nismara Pradipta-dengan tanya yang polos, dan perhatian yang pelan-pelan menyusup ke dalam retakan hatinya. Mampukah Angkasa belajar percaya kembali? Atau benarkah... langit memang tak pernah benar-benar pulang?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido