WHITE
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 7, 2017
Aku masih menatapnya. Daun terakhir yang gugur dari batang pohon yang telah tumbuh ratusan tahun di depan kamarku. Pohon yang senantiasa menjadi temanku dalam mengarungi suka dan duka hidup ini. Kini ia bersiap tuk mati. Melepaskan raganya yang telah kering tanpa sedikitpun denyut kehidupan yang tersisa. Seorang pelayan menungguku di luar pintu kamarku yang tertutup. Biarkan saja. Biar saja ia ada disana, meski sampai jenggot tumbuh di kepala. Atau sampai darah berwarna putih karena terik matahari yang sepuluh tahun ini terasa sangat menyengat. " Tuan Putri. Raja menunggumu di Istana, " kata pelayan yang berdiri disana." " Biarkan saja dia menungguku. Aku malas menemuinya. Bilang padanya aku sibuk atau apalah, " kataku ketus. Aku tak menyukainya. Orang sombong yang selalu mengagung-agungkan wilayah kerajaannya yang luas. Aku tak peduli dengannya. Dengan semua orang yang berada disisinya. Aku tak peduli. Biarlah aku habiskan waktuku di dalam kamar ini. Kamar yang memberikanku sejuta kenangan akan cinta dan kasih sayang. Satu-satunya hal yang tak aku miliki lagi di dunia ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Limerence : Redemption
  • MINE TO HOLD! [ON GOING!]
  • Darren Obsession ✔ [ON KARYAKARSA]
  • Back To You [End]
  • FRAGMENT (From ALTERITY)
  • Tell The World I Love U
  • In the Future Without You

SEQUEL DARI LIMERENCE Wajib membaca buku pertama untuk mengerti jalan cerita. (The Dark Series #4) ⚠️ Explicit Dark Story (21+) ⚠️ DON'T PLAGIARISM! I DON'T HAVE ANY RESPECT FOR SOMEONE WHO COPY MY WORK! 《•••••••••》 Danielle kembali menjalani hidupnya terbebas dari kegelapan, namun itu tidak bertahan lama ketika masa lalunya kembali datang menghantuinya dan bertekad untuk memenangkan hatinya. *** "Aku sangat mencintaimu," bisiknya dengan suara lembut yang begitu tulus namun asing. Aku tidak membalas pernyataannya. Bagaimana aku bisa membalas jika aku tidak mencintainya? Setelah apa yang dia lakukan padaku dulu. Dia membuatku hancur berkeping-keping hingga tidak bisa lagi kembali utuh. Membuatku jatuh ke dalam lubang sedalam-dalamnya tanpa pertolongan. Dia membuatku merasakan trauma yang amat sangat dalam. Bahkan aku tidak percaya kalau dia benar-benar tulus mencintaiku. Dia hanya berbohong, memanipulasiku agar kembali padanya. Aku tidak akan percaya setelah apa yang dia katakan padaku. Setelah dia membuangku seperti sampah. "Bambolina .... Danielle ..." ujarnya kali ini dengan nada yang begitu serius dan dingin. "Kau tahu aku paling tidak suka jika kau tidak meresponku bukan?" Tambahnya kali ini dengan nada penuh peringatan. Tentu saja. Tentu saja aku tahu itu, tapi aku tetap tidak bisa menjawabnya. Perlakuannya padaku di masa lalu, ucapannya terakhir kali padaku, terus terngiang-ngiang di kepalaku. Aku bukanlah apapun melainkan mainan baginya. Aku menolak dan menjauh, aku harus sadar dia bukan lagi suamiku. Dia akan menjadi suami wanita lain. Aku tidak mau lagi terlibat dalam kerumitan yang tercipta jika bersamanya. Dia merentangkan tangan, menangkup wajahku dan memberikanku tatapan yang sangat kukenal. Aku menundukkan kepala dan berkata lirih, "a...ku... men...cintai...mu... Luciano... " 《•••••••••••》 Story by : DyahUtami Cover design by : DyahUtami

More details
WpActionLinkContent Guidelines