ALTER EGO (TAMAT)

ALTER EGO (TAMAT)

  • WpView
    GELESEN 30,137
  • WpVote
    Stimmen 3,023
  • WpPart
    Teile 34
WpMetadataReadErwachseneninhaltAbgeschlossene Geschichte Fr., Nov. 20, 2020
Tuhan sangat ndak adil. Aku sudah kehilangan segalanya. Kebahagiaan, hidup tenteram, mahkota yang paling berharga, bahtera rumah tangga bahkan buah hatiku tercinta. Aku benci hidup ini. Benar-benar benci. Aku berada dalam dasar terbawah dari rotasi kehidupan, yang rasanya mendongakkan kepala saja ndak sanggup. Namun, lagi-lagi Tuhan bermain pada takdir. Dia hadir, dengan segala cahaya kemilau yang membuatku memudar. Dia juga lah yang mengulurkan tangan dan berkata, "Aku nggak akan ninggalin kamu." -- Kumala Putri Aku merasa sangat terberkati. Tuhan begitu baik padaku. Hidup dalam limpahan kasih sayang, cantik, menawan, anggun, dan kupikir-pikir hidupku terlalu mulus. Tak ada tantangannya. Tapi, sepertinya Tuhan memiliki skenario lain akan fungsiku di dunia. Aku hidup untuk menyelamatkannya. Aku mati pun untuk menyelamatkannya. Di saat aku berniat pergi, dengan memohon dia memintaku tetap bersamanya. "Jika kamu pergi maka hidupku ndak berarti lagi." Lalu aku harus bagaimana? -- Vanessa Putri Warning: Tulisan ini mengandung Mature Content, banyak kata-kata kasar, beberapa adegan kekerasan serta adegan dewasa. Jadi, mohon bijak dalam membaca. Cover by Anagraphic_
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • When We Drown [TAMAT ✔]
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • Cool Man
  • -Silent Love- TS(2) SUDAH TERBIT
  • The Second Lover (Based on True Story)
  • MAS !
  • IF YOU
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy

Best Author WPRD Batch 2 🌹🌹🌹🌹 Kata orang, hidup itu adil. Tuhan sangat adil. Namun, sepertinya kalimat itu tak pernah berlaku padaku. Aku pikir, dengan kondisi ibu yang sakit-sakitan, aku bisa bekerja sama dengan keluargaku yang lain untuk merawat ibu dan hidup bahagia. Namun, aku salah. Keluarga bukan tempatku bernaung, bahkan mengadu. Mereka hanya makhluk penghancur yang Tuhan ciptakan untuk menghancurkan hidupku. Dan aku benci hidupku. ~Amanda Sasmita~ Banyak orang yang mengatakan, hidup ini adalah sebuah sistem tabur tuai. Apa yang kau tabur, itu juga yang akan kau tuai. Semua berhubungan. Namun, kenapa hidupku sepertinya berjalan jauh dari sistem itu? Aku menabur kebaikan. Memberikan semua yang kupunya pada orang yang kupikir akan menjadi satu-satunya dalam hidupku. Namun, yang kutuai bukan kebahagiaan. Melainkan sebuah pengkhianatan. Tabur tuai. Cih. Itu hanya alibi bagi mereka yang selalu bahagia. Kalimat itu bukan untukku. ~Kala Bagaskara~ *Bijaklah dalam memilih bacaan*

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien