RINDU YANG BERLALU

RINDU YANG BERLALU

  • WpView
    Reads 3,976
  • WpVote
    Votes 203
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 7, 2023
Syaifa Nur Hasanah " Sesungguhnya bukan kamu yang membuatku takut, tapi hati ini yang kian sulit untuk kukendalikan". Muhammad El-Fadil Hidayat " Kenapa aku selalu ingin terus melihatmu? Padahal dengan pasti aku sudah tahu bahwa perasaan ini salah". Ketika cinta menyapamu, Kamu bisa apa? Inilah yang terjadi antara Ifa dan Fadil, Menikmati bagaimana awal-awal perkuliahan hingga pertemuan rasa yang tak pernah terduga. Pergolakan batin antara cita-cita dan cinta yang terbungkus rapi dalam hati. Pertemuan keduanya merubah kehidupan masing-masing, Bagaimana masing-masing dari mereka berjuang sekuat mungkin untuk saling mengabaikan, hingga rasa sakit yang tak terbantahkan. Karena mereka tahu rasa yang kini ada masih belum layak mereka rayakan. Apakah mereka akan saling melupakan? Atau saling berjuang untuk menghalalkan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam Iman
  • Gus Halalku
  • Ijbar [Selesai]
  • Ikhlas Cinta
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • The Story of  Aisha Khumairah
  • 𝐏𝐞𝐫𝐣𝐚�𝐥𝐚𝐧𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐣𝐮 𝐊𝐞𝐛𝐚𝐡𝐚𝐠𝐢𝐚𝐚𝐧
  • kisah cinta zeaka [nazea & shaka] [END]
  • Gus Dosenku (End)

Azha tidak pernah menyangka bahwa langkah pertamanya di pesantren akan mempertemukannya dengan Muaz-santri yang dingin, pendiam, dan selalu terlihat serius dengan hafalannya. Sejak awal, mereka berada di dunia yang berbeda. Muaz sibuk dengan hafalannya, sedangkan Azha berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Namun, takdir selalu punya cara unik untuk mempertemukan dua orang yang seharusnya berjalan di jalur masing-masing. Tatapan yang tak sengaja, pertemuan di tempat yang tak terduga, hingga percakapan-percakapan kecil yang membuat Azha menyadari bahwa Muaz tidak sekeras yang terlihat. Di antara hafalan dan kesibukan pesantren, Azha mulai memahami bahwa ada jeda di antara mereka-sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jeda itu bisa berupa harapan, doa, atau bahkan perasaan yang perlahan tumbuh namun tak bisa diungkapkan. Tapi ketika waktu mulai memisahkan mereka, Azha dan Muaz harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua perasaan bisa menemukan jalannya sendiri. Apakah keduanya akan tetap berada di jalur masing-masing, ataukah takdir akan membawa mereka kembali bertemu di titik yang sama? Sebuah kisah tentang perasaan yang terpendam, tentang ketulusan dalam diam, dan tentang bagaimana Allah selalu punya rencana terbaik di setiap jeda yang tercipta. 🕐 UPDATE SETIAP SELASA & MINGGU

More details
WpActionLinkContent Guidelines