The Coldest Romance [COMPLETED]

The Coldest Romance [COMPLETED]

  • WpView
    Reads 314,568
  • WpVote
    Votes 9,899
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadComplete Wed, Nov 29, 2017
[PROSES REVISI - PART LENGKAP] Hanya berawal dari tatap yang mampu menghipnotis keduanya untuk tetap saling mengunci dan tak akan pernah melepaskan. "Walapun aku dingin, tetapi aku memiliki nafsu untuk terus memakanmu hingga habis." - Fabina Maxel Gunawan. "Walaupun aku dingin juga, tetapi aku dengan senang hati bersedia menjadi santapanmu." - Grielda Pamilia Hammas. "Mereka adalah 2 bongkah es yang melebur dengan panasnya." - kata orang. Apa yang akan terjadi? © Copyright 2016
All Rights Reserved
#38
coldest
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • Frozen Heart [HIATUS]
  • DEVANO ( sedang di Revisi)
  • It Turns Out You Are (GeminiFourth)
  • AKSA•DAFFA
  • Enemies in Flames
  • [Complete] Fate in Chains
  • Aksara Kita
  • LOVE DELAYED AMIDST OBSTACLES AND COURAGE
  • ALTHA
  • Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • COMPLICATED
  • Our Different Heart | Cold Girl [ Completed ]
  • Mencari Cinta Sejati (END)
  • Queen (End)
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • The Fate Of My Life (END)
  • Antara dosa dan Cinta Pertama

"Semua tak seperti yang diharapkan. Cinta hanya ada dalam mimpi, cinta hanya ada dalam hati, cinta hanya terungkap dari tulisan ini." "Kali ini pagi menceritakan tentang dingin malam, tentang kopi yang begadang, dan doa-doa sisa air mata." "Ternyata aku masih terlalu mentah untuk mekar bersamamu, aku masih terlalu kanak-kanak untuk mengiringi langkahmu. Untuk lembar-lembar berikutnya, tulislah kisah barumu." "Hari kemarin atau esok sama saja dengan hari ini. Duka dan suka menjadi seirama lagu, matahari di luar, matahari dalam hati menyatu dalam kepiluan sukmaku." "Ada yang meleleh di ujung kedua mataku, begitu goretan-goretan pena itu selesai kubaca. Ternyata bendungan air mataku tidak terlalu kuat sehingga jebol lagi, meski baru sedikit."

More details
WpActionLinkContent Guidelines