Senja dalam Sajak

Senja dalam Sajak

  • WpView
    Reads 975
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 13, 2017
Aku suka sekali senja, terlebih lagi bersamamu. Menikmati hangatnya pahit kopi yang tentu saja manis karena kamu disini. Jingganya yang membuat kita tenggelam bersama sampai lupa apa itu kesedihan. Namun kini, aku ingat semua kesedihan ini. Di malam yang tak pernah aku nantikan-tanpamu. Di malam yang menghadirkan beribu bintang dan rembulan, aku tak butuh itu. Aku sudah katakan aku suka senja, dan itu bersamamu. Aku tak mau malam yang menyakitkan ini. Yang mana aku hanya sendiri diselimuti dinginnya sepi. Kembalikan senjaku. Juga, kembalilah kamu. Aku mau minum kopi pahit lagi denganmu.
All Rights Reserved
#559
php
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SENJA NATA [END]
  • S A U D A D E
  • Nasihat dalam Puisi
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Setelah Langit Berbisik
  • Langit Malam
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.

Selesai. Dan nggak di revisi. Wkwk:) Selalu ada cara tersendiri untuk menikmati senja. Selalu ada kenyamanan tersendiri ketika melihat senja tenggelam dengan aura orangenya yang khas. Tidak ada penikmat senja sebaik Nata. Bahkan, Nata bisa merasakan senja ada di genggamannya, hanya dengan menatap kekasihnya dengan penuh rasa. Tapi, seperti senja. Sama-sama datang dan pergi setiap petang berganti malam. Hari itu, hari di mana Freya berjanji untuk kembali memenuhi janjinya. Hari dimana Nata harus merelakan senjanya pergi jauh. Hari dimana Nata bukan lagi penikmat senja. Hari dimana Nata harus rela, jika senjanya benar-benar semu. Pergi, dan tak pernah kembali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines