Senja dalam Sajak

Senja dalam Sajak

  • WpView
    Reads 975
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 13, 2017
Aku suka sekali senja, terlebih lagi bersamamu. Menikmati hangatnya pahit kopi yang tentu saja manis karena kamu disini. Jingganya yang membuat kita tenggelam bersama sampai lupa apa itu kesedihan. Namun kini, aku ingat semua kesedihan ini. Di malam yang tak pernah aku nantikan-tanpamu. Di malam yang menghadirkan beribu bintang dan rembulan, aku tak butuh itu. Aku sudah katakan aku suka senja, dan itu bersamamu. Aku tak mau malam yang menyakitkan ini. Yang mana aku hanya sendiri diselimuti dinginnya sepi. Kembalikan senjaku. Juga, kembalilah kamu. Aku mau minum kopi pahit lagi denganmu.
All Rights Reserved
#212
php
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nothing Vain Love
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Nasihat dalam Puisi
  • Book 1 - Halaman Hati                        [Tak Mungkin Bersama]
  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)

Tak akan ada cinta yang sia sia. Semua cinta memiliki caranya masing masing untuk bahagia Petang itu aku memuji senja yang menghampiri ku,namun lama kelamaan ia mulai tak punya tatakrama.selalu pergi tanpa pamit,meninggalkan tanpa jejak bukanlah hal yang semua orang bisa mengerti,termasuk aku. Langit yang biru kau ubah jingga ya kemudian berganti menjadi hitam yang gelap,masih beruntung bulan dan bintang bisa membantu menerangi gelapnya langit yang ditinggal olehmu.kau datang lalu pergi,tak hanya satu kali kau berbuat seperti itu,berulang kali bahkan hampir setiap hari. Namun aku percaya,dibalik sikapmu yang tak punya tatakrama,kau memberi manfaat yang luar bisa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines