Senja dalam Sajak

Senja dalam Sajak

  • WpView
    LECTURES 975
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., janv. 13, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Aku suka sekali senja, terlebih lagi bersamamu. Menikmati hangatnya pahit kopi yang tentu saja manis karena kamu disini. Jingganya yang membuat kita tenggelam bersama sampai lupa apa itu kesedihan. Namun kini, aku ingat semua kesedihan ini. Di malam yang tak pernah aku nantikan-tanpamu. Di malam yang menghadirkan beribu bintang dan rembulan, aku tak butuh itu. Aku sudah katakan aku suka senja, dan itu bersamamu. Aku tak mau malam yang menyakitkan ini. Yang mana aku hanya sendiri diselimuti dinginnya sepi. Kembalikan senjaku. Juga, kembalilah kamu. Aku mau minum kopi pahit lagi denganmu.
Tous Droits Réservés
#644
php
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • S A U D A D E
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Langit Malam
  • SENJA NATA [END]
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Nothing Vain Love

Dia ada, tapi tidak seharusnya. "Kamu nggak pernah percaya sama sesuatu?" Tepian itu kini kugambar perlahan. Sebelah sini: manusia yang nyata, dunia yang nyata. Sebelah sana: senyummu yang dulu kusangka nyata... "Siapa lagi yang harus kupercaya!!" Sentuhan, hembusan, tatapan, pergerakan, rasa cinta, rasa sayang, semua terasa begitu nyata. "Aku nggak bakal pergi, aku bakal selalu ada buat kamu." Semua itu membuatku terjatuh, terlena, rasa ingin terus menetap. Namun, bayangmu, menghilang perlahan, bagai serpihan pasir. "kenapa... kamu- arrgghh!! Harusnya kamu pergi! hilang!" Kamu berbohong, kamu meninggalkanku. Kamu yang memaksaku percaya pada cinta, tapi kamu juga yang menghancurkan kepercayaan itu. Dan Aku, kembali sendiri. "Mas? Kenapa teriak-teriak?"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu