Dikala Hujan

Dikala Hujan

  • WpView
    MGA BUMASA 328
  • WpVote
    Mga Boto 178
  • WpPart
    Mga Parte 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Mar 23, 2018
Hujan? air yang turun dari langit, mungkin itu yang dipikirkan oleh sebagian besar orang Ya, air yang turun dari langit yang terkadang membawa angin kesana kemari, membawa petir yang terkadang membuat orang takut dan cemas yang juga membawa kenangan untuk sebagian orang, entah kenangan pahit atau bahkan kenangan manis. Tapi bagi Azalia Caroline, remaja yang baru menginjak umur 16 tahun hujan hanyalah kesialan baginya, yang selalu membawa kenangan pahit di dalam hidupnya. Berbeda dengan Reihan Anggara, remaja yang juga baru berumur 16 tahun yang sangat menyukai hujan, baginya hujan adalah waktu dimana semua masalahnya akan hilang seketika, hujan selalu menyejukkan hatinya dan selalu membawa dampak baik untuknya. Tapi bagaimana jika kedua remaja ini bertemu? bagaimana dengan keterbalikan mereka? apakah Lia akan menyukai hujan karena bertemu dengan Rei yang menyukai hujan? atau sebaliknya? Rei akan membeci hujan karna bertemu dengan lia yang sangat membeci hujan? Waktu yang akan menjawabnya.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • I Hate Rain
  • Love
  • Rainy Day
  • Rinai Hujan
  • Gadis Hujan
  • THE RAIN
  • RAIN
  • Langit Setelah Hujan [END]
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Romansa, Kopi Dan Hujan (Kumpulan Cerpen)

[ #1 in Rain, 01-09-2018 ] [ #20 in Teen Lit, 11-09-2018 ] [ #51 in Teen Fiction, 11-09-2018 ] Di saat aku membenci hujan, dia datang. Dia datang dengan segala intuisinya tentang hujan. Dia datang dengan segala kecintaannya dengan hujan. Aku jatuh cinta padanya. Sama seperti aku mencintai hujan karenanya. Tapi di hari itu, ia menghilang. Aromanya tak tercium lagi. Jejaknya sudah tak nampak lagi. Syahdunya tak terasa lagi. Ia pergi sebelum aku benar-benar memilikinya. Ia pergi sebelum aku benar-benar mempercayainya. Ia pergi meninggalkan rasa dan juga tanda tanya. Dan, di mana tepat pada 228 hari aku mengenalnya, aku baru mengerti semuanya. Tentang beberapa hal yang sengaja dia sembunyikan, dan juga tentang kenapa dia menyembunyikannya. Saat itu, aku merasakan kehadirannya. *** "Tentang seberapa pentingnya menutup rapat lembaran lama, tatkala lembaran baru mulai terbuka." -Syachwaldan Rizky

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman