Why?!?!?!

Why?!?!?!

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 9, 2017
Kita berada dalam 1 rahim yang sama Kita dibesarkan dengan kasih dan sayang yang sama Tidak ada saudara kembar sekompak kita Tapi itu dulu, sebelum cinta menghancurkan dunia kita Kita sama, mencintai 1 pria yang sama. Namun, aku lah yang beruntung mendapatkannya karena perjodohan itu. Pria itu playboy, pria itu tidak memiliki cinta di hatinya. Aku mengetahuinya saat aku sudah mengenalnya. Namun, cinta membuatku merasa dia pria tersempurna di dunia. Kenapa kau mengambil milikku??? Jika kau menginginkan pria itu, bukannya lebih baik kau bilang padaku??? Walaupun sakit, aku memilih sabar. Aku tau kau menghianatiku, namun aku memilih diam karena kau adalah adik kesayanganku. Namun, saat aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, tidak sanggup lagi aku menahannya. Aku pergi meninggalkan semua, dengan kehidupan baru dan memiliki dendam Apakah aku salah sekarang mempunyai dendam kepada wanita yang merebut suamiku??? Walaupun kau adikku sendiri??? Walaupun sayang ini masih ada. Namun dendam ini membutakanku Terima kasih atas segala rasa sakit dan penghianatan kalian.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejenak Luka
  • Still The Same
  • FRIENDzone (Completed)
  • TRAUMA!
  • A Fractured Soul
  • My Baby Without Father (Di Pindahkan Ke Dreame/Innovel)
  • Juan [REVISI]
  • Love With Ghost
  • Waktu?

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Naraka tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Naraka tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Naraka menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Naraka di hidup mereka. Karena Naraka cacat. Penuh cela. Naraka dibenci. Naraka disiksa. Naraka ditinggal. Naraka tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Naraka bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines