Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Why?!?!?!

Why?!?!?!

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 9, 2017
Kita berada dalam 1 rahim yang sama Kita dibesarkan dengan kasih dan sayang yang sama Tidak ada saudara kembar sekompak kita Tapi itu dulu, sebelum cinta menghancurkan dunia kita Kita sama, mencintai 1 pria yang sama. Namun, aku lah yang beruntung mendapatkannya karena perjodohan itu. Pria itu playboy, pria itu tidak memiliki cinta di hatinya. Aku mengetahuinya saat aku sudah mengenalnya. Namun, cinta membuatku merasa dia pria tersempurna di dunia. Kenapa kau mengambil milikku??? Jika kau menginginkan pria itu, bukannya lebih baik kau bilang padaku??? Walaupun sakit, aku memilih sabar. Aku tau kau menghianatiku, namun aku memilih diam karena kau adalah adik kesayanganku. Namun, saat aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, tidak sanggup lagi aku menahannya. Aku pergi meninggalkan semua, dengan kehidupan baru dan memiliki dendam Apakah aku salah sekarang mempunyai dendam kepada wanita yang merebut suamiku??? Walaupun kau adikku sendiri??? Walaupun sayang ini masih ada. Namun dendam ini membutakanku Terima kasih atas segala rasa sakit dan penghianatan kalian.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • DENNIES
  • My Baby Without Father (Di Pindahkan Ke Dreame/Innovel)
  • TRAUMA!
  • Still The Same
  • 💔How If, I Love You Too💙✓
  • Waktu?
  • Sejenak Luka
  • Love With Ghost
  • Misunderstand

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines