TEARS [Ongoing]

TEARS [Ongoing]

  • WpView
    Reads 597
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 18, 2018
"Meski mulutmu berkata tidak tapi aku tahu bahwa sebenarnya hatimu berkata aku menginginkanmu" ucap Joy dengan nada gemetar. "Jangan pernah membohongiku karena itu akan menyakitiku. Kau hanya perlu jujur padaku" lanjutnya tanpa menatap wajah lawan bicaranya. "Kau tahu Joy, justru aku tidak ingin menyakitimu. Semua yang kulakukan selama ini adalah agar aku tidak menyakitimu bodoh! Menjauh darimu adalah cara yang benar untuk kulakukan, jadi kumohon jangan menyuruhku untuk jujur" balas Julian. Sangat berat baginya untuk berkata seperti itu tapi apa daya dirinya. Ps: cerita direvisi ulang
All Rights Reserved
#762
tears
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • YES, BOSS ! (SELESAI)
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Selection
  • bersinar bagai bintang
  • REASON TO LOVE U
  • Naughty Nanny
  • The Time That I Loved You -> K.J.I
  • LONELY X STRONGER

"Zee," panggil Erik. "Zee zee," panggilnya lagi. Zee tersadar, dan dengan cepat berjalan keruangan Erik. "Bapak panggil saya?," Tanya Zee. "Iya," Zee lalu duduk di kursi, "Ada apa pak?," "Kamu sudah jelas Job description yang saya lampirkan," tanya Erik, ia menatap wanita berjas hitam itu. Ia di sini hanya menyuruh Zee mempelajarinya saja sambil menunggu jam pulang. "Sudah pak," "Ada yang kamu kurang mengerti?," "Saat ini saya masih mempelajarinya pak," "Jika ada yang tidak kamu mengerti, tanyakan kepada saya," ucap Erik. "Iya pak, ada lagi pak?," "Tidak, kembali saja keruangan kamu," "Iya pak,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines