Agoraphobia

Agoraphobia

  • WpView
    Reads 566
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 17, 2017
"Lo yakin, suka sama cewek aneh yang ke mana-mana selalu sendiri, gak punya temen, suka menghindar dari keramaian kayak gue? Apa lo yakin, ini semua rasa suka, dan bukannya rasa peduli atau penasaran lo doang?" Semenjak kejadian-kejadian itu, Alfa yakin ada yang tidak beres dengan wanita bernama Jingga Azarin Fadilah ini. Wanita yang selalu menghindar dari keramaian, contohnya, seperti kelas ramai sedikitpun, cewek itu langsung keluar ruang kelas, ya walaupun ia harus izin terlebih dahulu kepada guru yang mengajar. Tapi tetap saja, sikap Jingga membuat Alfa penasaran. Dan setelah mendengar pengakuan cewek itu, ia yakin bahwa ia bukan sekedar penasaran atau peduli. Rasa itu; ia suka dengan cewek aneh itu. Hingga ketika Alfa tau apa yang sebenarnya terjadi pada kehidupan Jingga, ia harus menjaga cewek itu. Tapi Jingga selalu saja tidak percaya pada dirinya. Mengapa? Unicable cover by @stellardustr © Hak Cipta Terlindungi, oleh Hanam-ah
All Rights Reserved
#125
jingga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After J (Complete)
  • Davidson || END
  • Epistola
  • L A R A (Falling and Love) ✔
  • Qalbu {Terbit}
  • SHALFA [SUDAH TERBIT]
  • Key'vin [COMPLETED] ✅
  • I AM YOURS    [ TAMAT ]
  • SLOWLY FALLING [TERSEDIA DI KUBACA]

Note: mengandung kata kata kasar dan adegan yang cukup kasar juga. "Masih cantik juga Lo, tidur berapa tahun? Huh?" Tanyanya, lagi-lagi Jingga menghardik tangan cowok itu. Mata Jingga tertuju kebelakang tribun dimana masih ada Alfa yang tengah meninju seorang cowok berkacamata, Jingga tak kenal cowok berkacamata itu, mungkin dia berbuat masalah dengan dua iblis itu. "Gue ngomong sama elo! Liat gue!" Bentak Juna. Sontak, Jingga langsung menatap Juna dengan nafas yang mulai memburu. Lagi, Juna tersenyum miring lalu berdecak "Bangun!" Perintahnya sebari ia bangkit dari jongkoknya. Jingga meremas pinggiran roknya takut tanpa mau menuruti perintah Juna, membuat cowok tuh bertambah marah "Bangun anjing!" Bentak Juna. Gadis mungil itu perlahan bangkit, belum tegak ia berdiri sebuah tangan milik Juna mencekik lehernya membuat oksigen yang masuk maupun akan keluar begitu sesak. Jingga memukul-mukul lengan Juna dengan kedua tangannya "Kak, le-pa-sin" ucap Jingga susah payah. Bukannya melepaskan, Juna malah mengunakan kedua tangannya untuk mencekik leher Jingga membuat gadis itu bertambah lemas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines