How?
  • WpView
    Reads 1,598
  • WpVote
    Votes 157
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 20, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Asya petakilan, blak-blakan, bandel, songong, sama sekali gak ada alim alimnya. Arina kalem, pendiam, penurut, sopan, dan amat sangat anggun-walau kadang otaknya geser- Asya sahabat Arina. Arina sahabat Asya. Sementara Asya suka Chandra, dan Chandra suka Arina. Nah loh, gimana tuh? ~•~ "Chan-" "Sya-" "Lo dulu." Asya mempersilahkan Chandra berkata lebih dulu. Pipinya merona malu. Kurang dari lima menit, Chandra akan tau perasaannya. "Okey," Chandra mengatur nafasnya. Lalu tersenyum lebar. "Ada yang harus gue kasih tau ke lo. Ekhm.. Sebenernya ini bukan cuma pemberitahuan sih, tapi juga permintaan." "Apa?" Tanya Asya dengan mata berbinar harap. "Lo mau gak...... Bantuin gue nembak Arina?" Chandra menatap Asya penuh harap. "Lo kan sahabatnya Arin tuh. Gue suka sama Arina." Asya terpaku. Semua yang sudah dilakukannya sia-sia. Lalu, kedekatannya selama ini... Apa artinya? "Sya?" "Oh iya." Asya mengulum bibir tipisnya. "Sebagai teman yang baik, gue mau bantuin lo. Arina, sahabat gue juga kan?" "Thanks. Makasih banget sumpah." Chandra tersenyum lebar. "Oh iya, lo tadi mau bilang apa?" "Gue..." Asya menunduk. Menggerakkan kedua kakinya. Semua diluar rencananya. "Gue cuma mau ngasih tau kalo gue tadi ke toilet terus liat kecoa. Iya, itu aja." Gue suka sama lo, Chandra.
All Rights Reserved
#42
asya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANELKA CALVARY
  • WHO ?
  • CARA
  • Ketua Kelas
  • ALVANSA [Completed]
  • Friendzone My Love
  • All Falls Down [COMPLETED]
  • My Enemy Ayna
  • ALNI
  • GHAVARI

"Betah banget tu tangan di pegang ketos songong itu" "Maksudnya lo" "Lo milik gue Dis, gak ada orang yang boleh nyentuh lo" "Lepasin gue" "Gak sebelum lo , bilang lo mau jadi pacar gue" "Anelka lo gila ya" Orang yang menarik tangan Disa paksa itu adalah Anelka. "Gue gila karena elo" "Pergi gue , gue gak akan jadi pacar lo" "Mau kita buktikan" Belum sempat menjawab Anelka telah lebih dahulu melumat bibir Disa. Bukan nya menolak Disa malah seakan mengikuti permaian Anelka. "Gue kenapa, kok gue nerima perlakuan dia" Batin Disa berkecamuk" Sesaat kemudian Anelka melepaskan pangutan mereka berdua. "Katanya gak suka, kenapa gak nolak" Ucap Anelka dengan smrikannya. "Sekarang lo milik gue, pulang gue anter masalah motor lo biar gue yang urus" Baru saja Disa hendak membantah. "Gue gak Terima penolakan." Anelka meninggalkan Disa di sudut ruangan itu. "Shit, ada apa sama gue, apa iya gue suka sama Anelka? Ahh gak mungkin! " Batin Disa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines