Coffee
  • WpView
    Reads 8,254
  • WpVote
    Votes 721
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 16, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Aku hanya butuh waktu satu detik untuk mencintaimu. Tapi aku butuh waktu selamanya untuk melupakanmu. Seperti minuman kesukaan mu, cerita kita juga pahit seperti kopi.
All Rights Reserved
#39
goals
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Coffee Crush | On Going
  • DENTING  [Revisi]
  • DikaRanggi
  • Gilyan Mosses (Completed)
  • Need You
  • Darrel My Bad Husband [Terbit]
  • Seraphine
  • DAMN (GxG)
  • LOVES ALL OF YOU (COMPLETED)
  • Aku Dan Bintang [COMPLETED]

The Coffee Crush Di hari Kavya's Cafe membuka pintunya untuk pertama kali, Falisha Lyria tak pernah menyangka bahwa satu langkah kecilnya masuk ke dalam ruangan itu akan mengubah arah hidupnya. Ia hanya berniat singgah. Memesan kopi. Lalu pulang seperti biasa. Namun ia bertemu Aksananda Kavizra---pemilik kafe dengan cara bicara yang tenang dan keyakinan yang terasa terlalu meyakinkan untuk sekadar kebetulan. Sejak awal, Aksa tak pernah terdengar ragu. Ia berbicara tentang masa depan dengan seolah-olah Falisha sudah ada di dalamnya. Dan bagi seseorang yang tak pernah benar-benar dipilih sebelumnya, kepastian itu terasa seperti rumah. Kedekatan mereka tumbuh tanpa drama. Tanpa tarik-ulur yang melelahkan. Hanya dua orang yang merasa cocok, merasa yakin, merasa seolah semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Namun semakin hari, Falisha mulai menyadari bahwa ada bagian dari cerita Aksa yang tak pernah benar-benar ia dengar. Bukan karena disembunyikan, hanya ... tak pernah diceritakan. Dan dalam setiap hubungan yang terlihat tenang, selalu ada satu hal yang tak kasatmata. Falisha percaya ia adalah awal yang baru. Tapi bagaimana jika ia sebenarnya hanya kelanjutan dari sesuatu yang belum selesai? Atau mungkin, sejak awal ... ia memang tak pernah sendirian dalam cerita itu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines