Pengharapan

Pengharapan

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 9, 2017
WpInfo
Fanfic
RWBY
Tanpa berkata panjang aku hanya seorang yang membutuhkan Cinta . Terlintas jelas di wajah mu ada rasa kecewa saat ku jauh dari mu, entah kau menyisakan rasa kepada ku atau tidak hanya sandiwara saja . Jangan pernah bermain masa lalu dengan ku karena harapan ada pada kita , kita melangkah dengan harapan. Harapan yang berpikir kita harus bersama . Jangan ragu pada perkataan, sebab itu Doa. Keraguan datang karena tak yakin dengan diri kamu sendiri . Bekali diri dengan sebaik mungkin barangkali ada sisa untuk menyatukan kita di waktu senja Kamu tahu ??? Apa yang selalu ku pikirkan selama lamunan itu datang, ya lamunan itu tertuju pada diri kamu . Lantas apa yang selalu aku sampaikan pada mu ?? Tak, tidak ada malah sedikitpun dalam perkataan . Bukan tak berani menuangkan kata2 itu, tapi cukuplah tulisan ini menjadi saksi lamunan itu . Aku bukan sayyidina Ali yang mencintai fatimah dalam diam sampai setan tak tau . Aku hanya manusia biasa yg begitu banyak tumpukan dosa, sedikit pahala yang di dapat . Bukan kebanyakan orang yang memberi dengan setumpuk harta untuk membeli cintanya Bukan juga seorang prajurit negara yang membela pertahanan dengan kokoh Sekali lagi aku hanya manusia biasa yang banyak mengeluh, Dengan penuh harap perjuangan ku memberikan hasil kebahagian buat kita .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • di akhir perang
  • Garis Singgung
  • Cinta Dua Arah ( On Going )✨
  • Halalkan atau Tinggalkan (perjalanan hijrah)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • flashback~
  • BAYANGAN HARAPAN [END]
  • Air Mata Cinta

Gemercik air hujan itu menyembunyikan tawa yang menutupi samar nya luka. lentik nya jemari yang menyapa dinginya sepi. menyambut pagi dengan kecohan sang mentari. embun di ujung bumi,yang mengepul pesat perlahan pudar. beriring dengan air yang menggenangi tanah liat. ini bukan tentang cinta atau takdir yang menggeliat dalam doa. ini tentang kemampuan dalam pertahanan. yang mempertahankan hubungan, yang terancam oleh ketidakadilan. akan kah semua pertahanan ini harus berakhir dengan kata kata perpisahan yang di sah kan oleh takdir ? akan kah satu sosok dengan seluruh dopantasa dan pertahan nya akan luntur begitu saja? inilah dunia, menganggap semua ini adalah lelucon yang tak pantas, tak dianggap ada:) ________________________ "selama ini aku hanya menjadi pengisi kekosongan ruang mu,jangan berlebih dalam menanggapiku,sebab aku tak akan menjadi pengobat luka mu itu" ~Alice... "Aku tak perduli, yang kutau tugasku hanya sebatas mencintamu al" ~ Barra. " Jangan menambah semburat luka mu dengan menungguku, sebab ragaku takan bisa seutuhnya menjadi hak mu" ~Rama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines