Don't Worry,I'm Fine!

Don't Worry,I'm Fine!

  • WpView
    Reads 2,639
  • WpVote
    Votes 193
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Sun, Mar 5, 2017
Aku melakukannya, Mencintai dalam diam. Mencintaimu adalah salah satu alasan aku menunggumu selama ini. Memang bukan hak ku untuk meminta mu membalas rasa yang menggebu-gebu di hatiku ini, Tapi setidaknya mengertilah, walau hanya 25% dari 100% Walau bahagia ku tak bersama mu, setidaknya aku masih bisa melihatmu bahagia dengannya. Apa kau juga memiliki perasaan terpendam untuk ku? Haha,itu hanya pertanyaan konyol yang tak memiliki jawaban. Karena kau jelas mencintai sahabatku,bukan aku yang menunggumu selama 3 tahun. Aku harap,ada keajaiban yang membuat pertanyaan itu terjawab. Untukmu, partnerku Aldy Viktanel.
All Rights Reserved
#233
best
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NIDA ( END )
  • In Case
  • Introduction of Love (End)
  • Aku Takut Dicintai
  • Love Hurts
  • Prestige
  • Secret Admirer
  • REVANARA
  • Ragashka [END]

"Berhenti main main! Gue pengen serius." Tukas Aldi dengan wajah seriusnya, tanpa ada sedikit unsur candaan. Ia nampak sedikit gusar sebab wanita dihadapannya ini tak pernah menganggap ucapannya serius. Nida sedikit ketakutan saat laki laki didepannya itu menaikkan nada bicaranya. Ia juga terkejut,laki laki yang satu ini selalu menjadikan apapun seperti lelucon dan candaan, namun kini dia terlihat begitu serius membuat Nida tak mampu menjawab dan hanya bisa membisu. Sial! Kenapa jantungnya berdegup keras. Ya ampun Nida merasakan pipinya memanas. "Lo harus jawab, nona muda." Aldi mendekatkan tubuhnya pada gadis dihadapannya hingga jarak mereka semakin tipis. Aldi merendahkan pandangannya, sebab tinggi mereka tidak setara. Dan di sini jelas Nida lah yang tidak terlalu tinggi. Nida mengangkat kepala dan pandangannya. Aish! Jantungnya sangat berdegup kencang. "Runtuhin tameng hati gue. Buat gue percaya akan hal itu." Ujar Nida dengan bersikeras menahan degupan di dada nya. Seulas senyuman terukir di wajah indah Aldi, dia kemudian mengambil jarak kembali menjauhkan tubuhnya,sebab ia tahu bahwa gadis dihadapannya itu tidak nyaman. "Setelah gue berhasil, gue gak bakal lepasin lo. Gue yang akan jadi pemenang. Hm?" Terdengar jelas seperti tantangan Aldi berucap. Membuat Nida semakin kalut. Ahhg! Aldi selalu saja berhasil membuat desiran aneh dalam tubuh Nida. Demi apapun Nida ingin menendang Aldi jauh jauh saat jantungnya berdegup keras. Bisa semakin malu ia jika Aldi mendengar degupan jantungnya. Tanpa Nida sadari, ia lah yang terjebak oleh ucapannya itu. Antara hati dan logika. note : ( Beberapa adegan terinspirasi dari cerita orang sekitar. ) ( Dipublikasikan pada : 6 Juli 2020 ) ( End ) ( Dilarang copas, atau plagiat cerita ini! Mikir sendiri jangan seenaknya, lu kira nyari ide cerita segampang nyari upil? ) Rank 1 #Nida ( 8 Juli 2023 ) Rank 1 #pdkt ( 21 Juli 2023 )

More details
WpActionLinkContent Guidelines