Kalian tahu, tidak selalu cupid itu melepas anak panah tepat sasaran nya, terkadang cupid bisa bersikap tolol, entah apa yang dipikiran cupid ini dia melepas anak panah ke arah yang salah, atau cupid itu bukan seorang penembak jitu, entah lah.. hanya cupit itu dan Tuhan yang tahu.
Gue salah satu korban dari ketololan cupit itu , gue Pratama Adiwarman, 21 tahun, kuliah semester 7, yang sebelumnya gue di cap sebagai seorang playboy kece, yang memiliki banyak koleksi cewek bohay.
dengan ketololan cupid itu, barisan para mantan gue yang bertoket besar akan bersorak mentertawakan gue, karena kebodohan cupid itu, gue menyukai seseorang tidak di lihat dari toket nya ( ya.. karena dia tidak memiliki toket ), dia seseorang yang memiliki jakun.
Majid Rendra Altair P., 32 tahun, bahkan gue bisa menghafal nama yang panjang bin aneh itu, gue gak pernah sebelumnya mengingat nama lengkap mantan-mantan gue.
Pengen gue berteriak dengan kobodohan cupid itu " woiiii cupid.. lu salah alamat ", itu akan sia-sia saja.
[Story 4]
Di penghujung umur kepala tiga dan menjadi satu-satunya orang yang belum nikah di circle sudah tentu jadi beban pikiran. Mau tak mau perjodohan jadi pintu alternatif. Virgo, Si mantan playboy, akhirnya rela dijodohkan.
Namun apa jadinya saat menjelang akad calon istrinya justru melarikan diri? Gawat, Virgo harus menemukan istri pengganti agar tak menanggung rasa malu keluarga.
Dari segala kemungkinan yang ada, hanya ada satu sosok yang dirasa cocok untuk menjadi pengantinnya. Konyolnya gadis itu adalah anak dari sahabatnya sendiri. Rara Si gadis usil yang sering minta jajan padanya.
"Rara mau jadi istri Om, asal jajanin Rara tiap hari ya!"
Tapi bagaimana jika ternyata setelah menikah Virgo tahu Rara punya alasan lain untuk setuju menikah dengannya? Dan alasan itu lebih dari sekadar jajan belaka.