I Wanna Be Yours

I Wanna Be Yours

  • WpView
    Reads 1,738
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 28, 2020
(Sedang dalam revisi) Apakah kalian memikirkan hal yang sama? Memikirkan bahwa kerinduan tak apa jika berlanjut selamanya. Namun kita harus ingat, jangan sampai rindu itu mengahalangi setiap lembaran itu untuk beralih pada lembaran baru yang semestinya harus terisi oleh tinta baru. Bagi Navisyell, lembaran baru yang di inginkannya adalah ketika langkah pria yang Ia tunggu mengarah padanya. Sejak saat itu, sejak dimana kebenaran itu terungkap. Kesalahpahaman yang akhirnya berubah menjadi penyesalan hingga saat ini. Dua tahun lamanya, sosok pria itu pergi. Tanpa bayangan, tanpa suara, tanpa hembusan nafasnya. Tapi Navisyell yakin, dia akan kembali. Ya kapan pun itu, Ia akan tetap menunggunya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sherlyta
  • Losing You [Terbit]
  • Jangan Hanya Bicara
  • VENATOR OBSCURUS
  • QUEEN RERE [END]
  • Mr. Styles (Harry Styles x Kendall Jenner)
  • The Devil's Love
  • errores pasados
  • Echoes of Us (NickQuille)
  • dear happiness
Sherlyta

Menunggu, sudah Sherlyta lakukan selama sepuluh tahun ini. Tak ada lelah meski kabar berita sekalipun tidak pernah mampir ke telinganya. Bosan kerap terjadi tapi keyakinan dia kembali membangkitkan semangatnya lagi. Hingga dimana hari itu tiba, dia kembali, namun sayangnya bersama kenyataan pahit yang terpaksa harus Sherlyta terima dimana sang cinta pertama datang bukan untuk memenuhi janji, melainkan memberi kabar bahagia yang terasa menyakitkan untuknya. Kehancuran itu Sherlyta rasakan dengan dua kabar menyakitkan yang mau tak mau harus dirinya terima. Menyiksa hati dan perasaan yang pada akhirnya keadaan memaksanya untuk egois, menyakiti dan mengecewakan semua orang demi mewujudkan kebahagiaan dirinya sendiri yang telah lama di dambakan. Meski sementara, setidaknya Sherlyta tidak merasa sia-sia walau harus rela di benci sedemikian rupa. Selalu ada keegoisan di setiap keinginan dan selalu ada alasan di setiap tindakan. Dan Sherlyta berharap ketika tiba saatnya nanti semua akan paham mengapa dirinya memilih jalan yang menghancurkan banyak orang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines