Sejengkal Tanah Setetes Darah

Sejengkal Tanah Setetes Darah

  • WpView
    Reads 14,560
  • WpVote
    Votes 131
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 11, 2017
SEJENGKAL TANAH SETETES DARAH Pemberontakan Pangeran Jayaraga di Panaraga masih menyisakan luka bagi Mataram. Adi Prabu Panembahan Hanyakrawati berniat untuk tetirah sekaligus berburu sekedar untuk melepaskan ketegangan. Pemilihan hutan Krapyak sebagai tempat tetirah ternyata ada kesengajaan dari pihak yang ingin menggulingkan Mataram. Rara Anjani yang telah diangkat sebagai selir Pangeran Pati, secara tidak sengaja telah mencium rencana jahat sekelompok orang yang akan menyingkirkan Panembahan Hanyakrawati pada saat di hutan Krapyak nanti. Ketika hal itu disampaikan kepada Raden Mas Rangsang, karena hasutan seorang emban kaki tangan pengikut trah Sekar Seda Lepen, Raden Mas Rangsang menganggap selirnya itu telah mencoba mempengaruhinya dengan menyebarkan fitnah. Dalam keadaan mengandung muda, Rara Anjani lebih memilih menyingkir ke gunung Kendalisada memohon perlindungan kepada Resi Mayangkara karena keselamatannya pun juga terancam. Dalam pada itu di Kademangan Sangkal Putung, sepeni
All Rights Reserved
#917
generalfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Stolen Scarf (On-Going)
  • Cemoro Geni [TAMAT]
  • ROYAL CHEATING [END]
  • The Kingdom and Regret [TAMAT]
  • The Abyss of Hatred
  • Serat Mandala Sakti: Menjelajah Jagat Tak Berbatas
  • Sang Dewi (SUDAH TERBIT)
  • Etherian's Throne (𝐁𝐞 𝐘𝐨𝐮𝐫 𝐑𝐞𝐚𝐬𝐨𝐧)
  • KILAUAN..Pedang Naga Merah

Di daratan Shriya Magala, para ilah memerintah dari singgasana mereka di puncak Gunung Dirgakhaya. Sebagai harga atas perlindungan, kesehatan, dan cuaca yang bersahabat, mereka menuntut upeti dari Manusia-tak peduli kaya atau papa. Arsa, seorang pemuda yatim piatu, mencuri sepikul beras dari rumah tuan tanah untuk mengganjal perut. Perbuatannya ketahuan dan dia diburu para pengawal. Saat bersembunyi di hutan, Arsa tanpa sengaja menyaksikan sesuatu yang tak pernah dilihat Manusia manapun: Ketujuh Saudari-para ilah paling digdaya di Shriya Magala-sedang mandi di air terjun. Selendang-selendang mereka, yang memiliki kekuatan magis, dibiarkan tergantung di dahan pohon. Arsa tergiur oleh selendang berwarna emas. Tergoda oleh nilainya, dia mengambilnya... tanpa tahu bahwa selendang itu milik Lavanya, Saudari Ketujuh, Dewi Kesembuhan. Akibatnya, Lavanya tak bisa kembali ke Dirgakhaya. Arsa menjual selendang itu kepada Lakshmi, seorang saudagar yang berniat jahat. Lakshmi memotong selendang Lavanya menjadi 5 bagian, dan menjualnya pada orang-orang kaya yang haus kuasa dari seantero negeri. Lavanya mengetahui apa yang terjadi pada selendangnya dan menuntut Arsa mencari kelima potongan selendang yang sudah tersebar di seluruh Shriya Magala. Tidak hanya itu, perbuatan Arsa membangkitkan murka para Saudari yang lain. Pemuda itu pun harus berhadapan dengan Asmita, Saudari Kelima, Dewi Bencana dan Angkara Murka, yang menuntut hukuman dari kelancangan sikap Arsa. Dihadapkan pada hukuman ilahi, Arsa pun harus memilih: kalah dan menyerah, atau bertahan dan melawan. [Terinspirasi dari legenda Jaka Tarub & Tujuh Bidadari] Update setiap minggu. JANGAN PLAGIAT KARYA INI. Ingat karma itu ada!

More details
WpActionLinkContent Guidelines