Payung Untuk Rendra

Payung Untuk Rendra

  • WpView
    Reads 493
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 13, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Amira, Gadis berusia 20th itu akhirnya menemui dia. Ia sadar bertemu dengannya hanya mengingatkan kenangan-kenangan yang lalu dan kejadian-kejadian yang telah usai. Tetapi hari itu, ia berharap pada semesta. Setidaknya ia ingin terlihat baik-baik saja. Amira menunggu di Cafe tempat biasa dulu mereka menghabiskan waktu berdua. Ia menatap sekeliling tempat itu untuk menunggu dirinya datang. Dirinya yang telah membuatnya sulit lepas dari ingatan dan juga dirinya yang sempat membuat hari-hari Amira terasa bahagia. Sekarang mereka dipertemukan, bertatap muka kembali setelah kejadian yang berusaha Amira lupakan. "Kadang, walau menyakitkan, terlambat mengajariku bahwa penyesalan hadir untuk menyadarkan. Aku sadar yang sirna pada harapan akan menjadi sesuatu yang hanya bisa kita kenang. Teruntuk dirinya yang saat ini sedang ku tunggu kedatangannya."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Rainbow is Over
  • Dusk In Your Eyes
  • About Time
  • My Perfect BoyFriend
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Sekali Lagi (End)
  • FRIENDzone (Completed)

"Jika ingin bermain, maka keduanya harus bahagia. Tapi, jika salah satunya tidak merasakan bahagia, bagaimana bisa dikatakan bermain?" Berawal dari pertemuan yang tidak disengaja, seorang gadis remaja si kutu buku bertemu dengan seorang pria yang tak Ia kenal sebelumnya. Dalam tatap yang saling bertemu, menghasilkan sebuah adegan yang membawa mereka untuk berkenalan. Terkesan biasa saja saat bertemu dengannya. Tidak ada yang spesial. Hingga akhirnya dia mendekat dan rasa penasaran pun muncul. Tak hentinya gadis itu bertanya mengapa dia datang dan tidak beranjak pergi. Bertanya kepada sang bulan sampai bimbang merajai hatinya. Bimbang antara Ia memberontak atau terus membisu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines