Takdir JINGGA

Takdir JINGGA

  • WpView
    Reads 29,534
  • WpVote
    Votes 3,539
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 24, 2017
#380 in Romance (11/02/17) JINGGA adalah seorang anak yang menghabiskan masa kecilnya di panti asuhan, dan karena sebuah Accident dimasa remajanya ia harus putus sekolah untuk menghidupi adik-adiknya. Di sepanjang perjalanan hidup, Jingga selalu mendapat cobaan PENGKHIANATAN! PENGHINAAN! PENDERITAAN! Dan DUKA yang membuatnya putus asa dan pasrah akan takdir hidup. Saat satu-satunya orang yang ia inginkan berada di sampingnya justru tidak menginginkannya. Mampukah Jingga kembali pasrah akan takdir hidup? Atau menghilang dari kehidupan yang kejam ini?! #526 in Romance (10/02/17) #553 in Romance (07/02/17) #662 in Romance (26/01/17) #683 in Romance (25/01/17) #689 in Romance (24/01/17) #709 in Romance (23/01/17) #807 in Romance (22/01/17)
All Rights Reserved
#64
wcaindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Qalbu {Terbit}
  • R a i n a
  • Nedrian's Sibling [Book 3]
  • The Pianist Drawing Board (Selesai)
  • COUPLE (Already Published)
  • my Kahiyang
  • Suck It and See (Complete)

{Teenfiction-Spiritual} "Yah, izinin Acha tetap homeschooling. Acha nggak mau sekolah di tempat umum." Gadis belia kisaran berusia 15 tahun, kini sedang membujuk sang ayah agar tetap mengizinkannya untuk homeschooling. "TIDAK!" ucap lelaki yang di perkirakan berusia 40 tahun itu. Ia tetap kukuh dengan keputusannya untuk menghentikan putri tunggalnya itu homeschooling. "Ayah ingin kamu tumbuh seperti remaja lainnya. Ayah ingin kamu bisa bergaul dengan banyak orang, dan Ayah ingin kamu melawan rasa takutmu itu." Lanjut sang ayah dengan tegas. Gadis yang bernama lengkap Jingga Cahaya Senja itu hanya bisa menunduk. Ia berusaha menahan air mata yang sebentar lagi akan jatuh membasahi wajahnya. "Dan satu lagi, Ayah ingin kamu mempunyai teman manusia. Bukan HANTU!" Lelaki itu langsung berjalan keluar rumah, dan menyisakan anak gadisnya itu sendirian di ruang keluarga sambil menunduk, seolah meratapi nasibnya. Allah SWT berfirman : وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat 51 : Ayat 56)

More details
WpActionLinkContent Guidelines