How It Feels Like?

How It Feels Like?

  • WpView
    Reads 172
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 23, 2018
-HIATUS- "Lo harus jadi milik gue." ucapnya penuh penegasan. Rahangnya terkatup, matanya memerah. Ia mencengkeram keras lengan gadis dihadapannya. "Apa-apaan sih lo, lepasin gak! Sekarang gue tanya sama lo, apa lo gak punya hati hah? Lo itu baru putus dari sahabat gue! Dan sekarang lo minta gue jadi pacar lo?! Gila lo, stres." ucap gadis itu sinis. Lelaki itu menarik lengan gadis itu lebih dekat, sekarang jarak diantara mereka benar-benar tipis. Bahkan sang gadis bisa merasakan hembusan napas sang lelaki. "E-elo k-kenapa? Kok mukanya gitu? Serem tau gak, udah ah lepasin! Apaan sih. Denger ya, sampe kapanpun, gue gak akan mau jadi pacar lo titik!" ketus sang gadis sambil menghentakkan kaki. Ia berbalik dan berjalan menjauh, namun.. "Sya," panggil Kevin sambil menarik tangan Tasya. "Gue mau ngomong. Penting." "Ih Kevin apaan sih! Gak mau, gue pengen masuk ke kelas. Kapan-kapan aja ngomongnya!" balas gadis itu ketus. "Kita harus ng--" belum sempat menyelesaikan perkataannya, ia langsung dipotong oleh seseorang. "Lepasin." "Lepasin? Huh? Lo siapa emangnya?" sinis Kevin. "Gue tunangannya."
All Rights Reserved
#77
saga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • this is me
  • Did I wrong?
  • Aku Jatuh dan Cinta
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • I'm a Girl, Bos!
  • Arsyilazka
  • KANARA [COMPLETED]
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  •  ALZERA (On Going)
  • LOVE IS LOVE

"Tasya. Kamu mau kan jadi pacarku?" Degg.. "Astaga! Keysa. Kamu kuat, jangan ngerusak semuanya. Dia sahabat kamu. Tahan! Ga boleh nangis!" Ucap Keysa dalam hatinya. Ia sedang berusaha menahan air matanya agar tidak turun. Keysa berlari menghindari kerumunan itu. Kerumunan dimana Alvaro sedang menyatakan perasaannya kepada Tasya, sahabat Keysa. "Hai, Key!" sapa Ardy yang tiba-tiba muncul dibelakang Keysa. Secepat mungkin Keysa menghapus air matanya yang sempat jatuh. Keysa tidak ingin ada yang mengetahui jika saat ini ia sedang menangis. Keysa membalas sapaan Ardy hanya dengan senyuman. Senyuman palsu! "Eh, Key habis nangis ya?" tanya Ardy khawatir yang melihat mata Keysa sedikit sembab. "Ah. Enggak, Dy. Kelilipan kayaknya. Btw, Lo ngapain disini?" ucap Aletha mengelak. "Gapapa sih. Abisnya disana lagi ada yang seru malah menyendiri disini. Itu Tasya, sahabat lo ditembak sama Varo. Lo kok malah disini sih?" "Hah? Gue malah baru tau. Gimana Tasya terima? Wah bakal ada pasangan baru nih" *** Aletha Keysa! sudah beranjak dewasa. Ia sudah kelas sembilan. Sudah banyak perubahan, namun tidak dengan... *** Apa hayo? yang penasaran langsung baca aja. Maaf kalo g bagus. Jangan dihujat. Oke? Selamat membaca guys!

More details
WpActionLinkContent Guidelines