I'm Sorry
  • WpView
    Reads 269
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 2, 2017
Seandainya semuanya dapat berterus terang dan berkata jujur, mungkin cerita ini akan menjadi cerita yang sangat sederhana. Namun semua terlambat, waktu tidak mungkin untuk di putar kembali dan hanya penyeselan yang di dapat pada akhirnya. Ya kira-kira begitulah perasaan seorang Rania, yang mencintai seorang laki-laki, namun laki-laki tersebut tidak mencintainya. Sakit? Tentu saja. Namun ia lebih merasa menyesal. Menyesal telah mencintai laki-laki tersebut? Tidak. Ia menyesal karna keegoisannya. ****** Wanita itu hanya diam dan terus menggenggam tangan laki-laki yang sedang terbaring tak berdaya di depannya. "Aku mohon, kamu harus sadar"ujar wanita itu berbicara. Sebenarnya ia enggan berbicara, karena saat ia mengeluarkan suaranya, air matanya pun akan keluar. Ia tidak ingin lagi menjadi cengeng seperti dulu. "A-pa segitu bencinya kamu sama a-ku? Aku janji bakal mempersatukan ka-lian, tapi buka dulu mata kamu El" suaranya bergetar, tetes demi tetes air matanya keluar. Ia hanya membiarkannya dan terus menggenggam erat tangan laki-laki tersebut. "A-aku minta maaf, aku tau aku orang yang paling jahat, tapi apa masih belum cukup lima tahun ini kamu nyiksa aku? Aku gak sanggup El" "Aku cinta sama kamu dari dulu sampai sekarang," *****
All Rights Reserved
#79
rania
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Standing With You (gxg) (completed)
  • Please don't get tired of Me
  • I CHOOSE YOU
  • Girlsfriend's best Friend
  • Ruang ; Kursi dan jendela
  • RION IS MY MANTAN!
  • EPIPHANY
  • Sekali Lagi (End)
  • Ex or New? [REVISI]

"Seandainya aku satu-satunya di hati dia." Katamu di suatu pagi. "Kalau kamu bukan satu-satunya di hati dia, mungkin kamu satu-satunya di hati orang lain yang sedang menunggumu. Kadang kita nggak sadar memayungi orang lain dan ternyata di belakang kita ada orang yang dengan sabar memayungi kita." Sahutku seraya tersenyum. "Lalu, buat apa membuang-buang waktu menjadi pelangi bagi orang yang buta warna? Buat apa menjadi payung bagi orang yang menyukai hujan?" ××××××××××××××××××××××××××× "Bagaimana rasanya mencintai orang yang sedang mencintai orang lain?" Tanyamu ganti. Aku tersenyum saat mendengar pertanyaan itu. "Rasanya seperti memeluk kaktus. Semakin erat kupeluk akan terasa semakin sakit." *Inspired by : 🎶 Guy Sebastian - Standing With You Warning! : • 18+ • Lesbian (Yg homophobic silakan minggir)

More details
WpActionLinkContent Guidelines