Kilas Balik

Kilas Balik

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 13, 2017
Dari awal memang sudah salah. Kilasan itu kembali mengingatkanku atas siapa diriku sebenarnya. Dan seharusnya aku sudah sadar diri bahwa aku tak akan pantas bersamanya. "Seharusnya aku sadar diri dari awal. Dasar bodoh kau El" - Atria Elza Andai waktu itu aku lebih memilih duduk di sampingmu mendengarkan mu bercerita akan yang sebenarnya. Tanpa harus menelan mentah-mentah omongan yang belum jelas kebenaranya. "Maaf. Jika, aku pernah menjadi berengsek hingga menyakiti mu terlalu dalam tanpa aku sadari, luka lama mu kembali terbuka " -Arlan Rifky Cover by : rianty ============================= Copyright © 2017🐤 by : dregz aeronmen ijo.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lolly [END]
  • Mine
  • BRITTLE  *Revisi*
  • Maafkan Aku
  • SasuHina - Kau Dimana
  • Ijinkan Aku Kembali (Chikara) END
  • Loving in silence
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu

Kenalin, gue Lolly Muzema. Gue biasa dipanggil Lolly, ya, panggilan yang imut menurut gue. Gue adalah anak dari Pak Dito Valenzha Muzema dan Ibu Ardhila Putri. Murid SMA Normezza, kelas 11 Ipa 3 yang bisa dibilang ga pinter, dan sedikit bodoh. Tetapi, gue punya bakat dalam bermain gitar. Menurut orang yang udah kenal gue, gue bisa dibilang cuek dan bisa dibilang ga bisa diam. Mantan gue cuma 1, cukup 1 dan ga mau nambah. [skip] "Tanpa lo sadari, lo udah nyakitin hati gue kak!" Bentak gue sambil menahan tangis. "Ya itu sebuah resiko yang harus lo ambil karna lo suka sama gue!" Balasnya dengan sebuah bentakan juga. "Emang ga mikir lo ya, Kak" "Maksud lu apa? Kalo emang gue ga mau sama lo, ya udah, jangan maksa" "Sakit? Iya sakit? Itu juga gue rasain Ly, waktu lo deketin gue dan gebetan gue menjauh dari gue!" Ucapnya dengan nada tinggi. Jelas, kata-kata itu langsung menusuk dada ku hingga sesak. "Gue tau kak, tau banget, tapi kakak ga pernah tau apa yang gue rasain sekarang," Balas gue sambil meneteskan air mata. "Emang gue ga tau, dan gue ga mau tau" "Gue bakal buat lo nyesel, Kak," Ucap gue lalu pergi. Dia~ Penggores luka terhebat. @Copy Right, 2020 by @Csndra_asp

More details
WpActionLinkContent Guidelines