Rain
  • WpView
    Reads 295
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 2, 2017
Berjalan menyusuri jalan sendirian (lagi), bersama rintik-rintik hujan yang membasahi payung hitamku. Memiliki ketakutan terhadap hal yang lumrah bukanlah sebuah hal yang mudah seperti kata keegoisan mereka. Aku takut, Aku benci, Aku fobia, Aku trauma, terhadap rintik itu. Rintik, yang terkadang menjadi kebahagiaan bagi seseorang, tapi adalah petaka bagiku. Sesaat, aku melihat bayangmu hadir bak seorang pangeran yang merindukan tuan putrinya. Tetapi, itu hanyalah sebuah imajinasi kecilku yang mungkin berharga. Hari ini aku merindukanmu, rindu yang sungguh mendalam. Kepadamu, yang telah membuat diriku menyukai hal yang amat sangat kubenci, Hujan.
All Rights Reserved
#414
first
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dia Hujan dan Cinta Pertama
  • Saat Dunia Fana Berskenario
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • My Rainy
  • Ombrop(luv)iaphile Phobia (sudah terbit)
  • 雨 (𝐡𝐮𝐣𝐚𝐧)
  • The Rain
  • Miracle of Wonder Rain [END]
  • Gadis Hujan
  • Rain Drop (Hujanpun Tahu Bahwa Aku Merindukanmu)

Sesaat ketika hujan turun, aku berpikir waktupun telah berhenti. Dan aku di satukan dalam kebahagiaan yang menyakitkan. Ada masa ketika musim hujan itu, aku menumpahkan semuanya dalam tangisku. Dan aku tertawa atasnya. Namun saat ini, ketika hanya ada musim kemarau di hatiku, aku merindukan hujan itu. Bahkan ketika tahu, bahwa aku berada di bawah rintik-rintik hujan yang menggelora, aku tetap merasa, itu bukan hujan yang aku rindukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines