Adeline
  • WpView
    Reads 10,699
  • WpVote
    Votes 546
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Mon, Jan 15, 2018
"Jika Adeline tanya mama, benda apa yang bisa menggantikan simbol untuk hati? Maka jawabannya adalah RUMAH." "Mengapa?" Tanya Adeline. "Karena tidak semua orang kau ijinkan masuk dalam rumahmu, benar? Ada orang yang hanya kau ijinkan ada didepan rumahmu, seperti tukang bakso. Tidak mungkin kan kau ijinkan dia masuk kedapurmu, lalu memasak baksonya didapur. Tapi.. ada juga orang yang kau ijinkan masuk kedalam ruang tamu, bahkan ada juga yang boleh masuk ke kamar tidurmu. Begitu juga dengan hati, tidak bisa masuk, jika tidak kau ijinkan" Ya benar. Semua ada batasannya. Pikir Adeline. Lalu bagaimana dengan Adeline, gadis remaja yang sedang duduk di bangku SMA kelas 3 dan yang juga memiliki perasaan yang sama dengan gurunya? ___________________ Hai, ini tulisan pertama yang aku publish.. masih acakan-acakan dan butuh banyak kritik dan saran, so jangan sungkan untuk tinggalkan jejak yang membangun. Thankyuuuuuu semua Happy read yaa!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Eliinaa
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • satu Hati Beda Agama
  •  Tunggu Aku Dirumahmu Ukhti
  • REVANO UNTUK REVA
  • Perubahan [Completed]
  • I'm okay (END)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • This Is My Dream

Peringatan!! 16+ Kembali ke masa dimana ayah dan bunda ku waktu mereka masih remaja? Ah! Tidak mungkin. Keluarga? Seperti yang kalian tahu, semua keluarga adalah tempat yang terbaik untuk pulang. Lalu bagimana dengan kita yang bernasib lebih percaya orang luar daripada keluarga sendiri? Itulah aku, Karin begitu juga dengan Raga; si anak pertama. Kini kalian tahu, aku lebih tahu. Namun ku tutupi itu semua dengan perban. Perban yang tak terlihat. Apa itu? Tertawa dan senyum. Apa aku harus pergi ke masa lalu agar bunda dan ayah bisa mencintai sedari dulu dan memperbaiki semua? Ayah memang agak keras orangnya, apalagi ayah katanya dulu anak band, namun cita-citanya harus terkubur karena tuntutan ayahnya(kakek ku). Kejadian saat konser juga dialami ayah, yang membuat ia trauma, sehingga tidak memperbolehkan anaknya untuk membuat anggota band. Ternyata bunda dan ayahku memiliki trauma masing-masing, yang membuat mereka terkadang melampiaskan satu sama lain. Peringatan🚨: •Ini cerita murni yang dibuat sendiri. •Jangan menjiplak cerita, karena ada undang-undangnya sendiri. •Jika ada sedikit kesamaan cerita, itu tidak kesengajaan, terimakasih. -salam sastra- Author by: Soraya Happy reading y'all!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines