Kumpulan Puisi

Kumpulan Puisi

  • WpView
    Reads 1,971
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 2, 2019
Saya pernah terluka. Saya juga pernah bahagia. Saya pernah merasa kecewa. Saya pernah merasa tidak punya siapa-siapa. Saya sering merasa saya tidak berguna, Bahkan hingga berfikir ingin pergi dari dunia. Sampai pada akhirnya saya sadar bahwa saya adalah saya. Diri saya, saya yang kendalikan. Sedih atau pun bahagia, saya yang ciptakan. Kita terlalu larut dalam wadah sedih yang kita ciptakan sendiri. ••• Saya bukan penulis yang hebat. Saya hanya bercerita dengan kata-kata. Karena rasanya, rumah yang tepat saat saya ingin bercerita hanya satu, tulisan. Dan beberapa tulisan ini adalah sebagian luka dan bahagia yang pernah saya rasakan. Mari sama-sama mendalami dan memahami. Kau pernah terluka. Dan aku tahu rasanya. Dan disini, marilah saling mengobati. - dasaaoktaviaa
All Rights Reserved
#118
random
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pixie | daddy issues
  • Yunanlı Aşığım (18+)
  • My Baby|GAY
  • Sıkıntılı Müvekkil
  • BİR EV BEŞ YABANCI
  • CEYLAN
  • GÜLÇEHRE
  • Her Şey Para İçin!
  • Yasak Çekim
  • Yasak Şafak

𝑦𝑒𝑡𝑖𝑠̧𝑘𝑖𝑛 𝑖𝑐̧𝑒𝑟𝑖𝑘 𝐾𝑎𝑠𝑎𝑏𝑎 𝑘𝑢𝑟𝑔𝑢𝑠𝑢 O sadece kusursuzdu. Âdem ve Havva'nın cennetten kovulmasını sağlayan yasak meyvenin vücut bulmuş hâliydi. Ya da sadece ben öyle düşünüyordum. Dövmeli vücudu, kirli sakalları ve her zaman biraz sarhoş görünen bakışlarıyla tanınırdı Uygar Duman. Nerden bilecekti on sekiz yaşında genç bir kızın ona aşık olduğunu? Derin bir geçmiş, iflah olmaz bir arzu ve kaçınılmazın en saf sonucuydu onlar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines