
Kalimat ini tak pernah bosan menampilkan batang hidungnya. Setiap orang, setiap media, pun setiap Official Account--entah itu pada sosial media berwarna hijau, entah pula berwarna biru dengan logo khas seekor burung--yang berkedok sebagai penyalur kata-kata bijak bagi para pembacanya pastilah sekali atau dua kali memaparkan kalimat ini: Jodoh tidak akan ke mana. Jodoh pasti bertemu. Percaya tidak percaya, kalimat-kalimat tersebut merupakan kalimat yang magis bak mantra tak kasat mata. Kalimat yang akan selalu dirapalkan oleh para muda-mudi berstatus jomblo atau biasa disebut single. Sebab, mereka perlu menjadikan kalimat tadi sebagai pijakan untuk menerima Sang Realitas bahwa mereka belum dipertemukan dengan belahan jiwanya. Dari mereka-mereka itu pula hadir seorang gadis yang bernasib sama. Nama gadis tersebut adalah Naava Amarissa. Agaknya Naava bersama mereka-mereka yang terjebak dalam kubangan nasib serupa mesti mencari jalan keluar. Dan jalan yang paling tepat ialah menjadi eksplorator jodoh hingga benar-benar mendapatkan uluran tangan dari penyelamatnya.Todos os Direitos Reservados
1 capítulo