The Second Time

The Second Time

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 22, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Aku tau didalam hubungan persahabatan antara insan yang berbeda, pasti ada yang terjatuh terlalu dalam. Entah akan bertepuk sebelah tangan atau akan menjalin sebuah hubungan yang lebih dari seorang sahabat. Dan aku adalah salah satu dari mereka, salah satu yang berharap lebih. Salah satu yang pernah diterbangkan lalu jatuh hingga tak berbentuk lagi. Ibarat sebuah guci ketika dia dibawa ke ketinggian lalu dia jatuh dia akan pecah menjadi beberapa pecahan dan ketika kau mencoba mengambilnya kau harus hati-hati karena dia bisa membuatmu terluka juga, sekalipun kamu bisa mengambil semuanya lalu kamu mencoba untuk membuatnya seperti semula tidak akan bisa tanpa ada perekat yang kuat. Itulah aku. Aku tidak bisa seenaknya saja percaya lagi dalam suatu hubungan. Dapatkah aku percaya lagi? Jika ada pun pasti dia harus terluka terlebih dahulu karena menolongku. Dia mengambil pecahan guci dengan hati-hati, agar pecahan itu tidak makin terbagi lagi, tanpa peduli tangan harus berdarah karena aku. Dia. Hanya dia. Yang tau aku selalu melukaimu melalui perkataanku tapi kau tidak pernah menjauh. Yang tau aku selalu mengacuhkanmu tapi kau tetap ada disisiku. Kau selalu berusaha. Kau selalu ada. Tanpa peduli harus terluka karena aku. Dan tanpa aku sadari aku mulai nyaman atas keberadaannya. Aku mulai menginginkan dia selalu ada. Dan aku membutuhkannya. Hingga aku terjatuh lagi untuk kedua kalinya kepada dia yang selalu ada tanpa kuminta. Aku percaya padamu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Sampai di Titik Ini
  • PERJODOHAN GUS & NING || ON GOING
  • [1] Dhiafakhri&Dzirafakhri [COMPLETED]
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • Tahajjud Cinta [END]
  • Friend's Zone's

"Apa benar kamu menyukaiku Elva?" Mendengar pertanyaan Ayden, mata Elva terbelalak. Dia sangat terkejut. Dia mematung, mati kutu di tempatnya. "Lihat aku Elva dan jawab dengan jujur.." Ayden meminta pada gadis yang diam dan menunduk tersebut. "Elva.." Panggil Ayden lembut, gadis itu masih saja terdiam. Setelah sekian lama, Elva pun berbicara. "Kak, Elva minta maaf ya. Tapi apa kakak ingat ketika Elva menawarkan makanan siang itu, sebelumnya aku membuatnya sendiri dengan niat memang untuk diberikan pada kak Ayden. Elva gak tau bagaimana, tapi aku sadar bahwa perasaan itu menguasai diri Elva. Sekarang, Elva berani mengakui kalau Elva menyukai kak Ayden karena sikap baik yang kak Ayden punya." Elva berbicara sambil menunduk. "Apa kamu tidak berani menatapku Elva?" Ayden memandang Elva yang masih menunduk. Elva menggeleng. Ayden menghela nafas berat. "Elva.., aku menghargai kejujuranmu dan terimakasih karena telah menyukaiku. Berat hati aku mengatakan ini, tetapi aku harus memperjelas semuanya. Ayden yang kamu kenal ini bukanlah seperti lelaki yang pantas diharapkan Elva. Jangan membuang waktumu untuk menyukaiku. Sebab apa? Aku ini memiliki setumpuk beban dalam diriku, jangankan membahagiakan wanita lain yang datang ke dalam hidupku, menyelesaikan masalahku sendiri aku belum mampu. Diriku sampai di titik ini masih seorang lelaki yang terjebak dalam masalah dan dihantui oleh mimpi buruk masa lalu. Pernah sekali aku mencari cinta yang lain tapi ujungnya aku kembali terjatuh pada lubang yang lebih dalam. Dan sekarang, aku tidak ingin membuatmu masuk ke dalam lubang ini." Elva menangis? Tentu saja. Lantas bagaimana setelah kejadian ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines