LETS ROCK, YEERHA

LETS ROCK, YEERHA

  • WpView
    Reads 330
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 9, 2017
WpInfo
Fiction
Historical
Sejarah memang milik sang pemenang, jangan sekali-kali kita mengkritisi kebijakan penguasa orde baru. Karena Pada masa itu memang tidak ada namanya buku-buku atau informasi pembanding yang berkaitan dengan peristiwa gestok 1965, semua pelajaran sejarah yang didapat sumbernya hanya satu yaitu sang penguasa, suara lain pasti dibungkam dan dituduh tidak punya etika dan budaya. Siapa yang berani mengotak-atik sejarah buatan penguasa orde baru maka akan bernasib malang Misalnya bukunya dilarang dan penulisnya diburu dan ditangkap serta dituduh sebagai musuh Negara. Kekuasaan memang tidak akan abadi apalagi kekuasaan yang didirikan di atas tumpukan tengkorak dan tulang belulang, sehingga setelah Rezim Orde Baru tumbang, satu demi satu sejarah kebohongan rezim orde baru mulai terungkap. @Yeerha. Para netizen sangat mengenal akun ini. Tulisan-tulisan di dalam blog pribadinya tentang review Cafe dan Resto, mampu mencuri hati. Share setiap posting @Yeerha selalu mencapai angka di atas seribu share. Reputasinya semakin hari semakin meningkat. Hingga pada satu waktu, pada review Cafe dan Resto ke 30-an, @Yeerha memutuskan untuk mengundurkan diri. Tidak ada alasan yang jelas dari pengunduran ini. Tidak ada yang tahu, siapakah sosok di balik akun @Yeerha ini. Dan memang sengaja di-set seperti itu. Karena pada dasarnya Blog milik @Yeerha bukan sekedar sebuah Review Cafe & Resto. Pada setiap review, terdapat beberapa code rahasia, sebagai bentuk komunikasi antar 'sel'. Code-code tersebut hanya bisa dibaca oleh akun @Yeerha, @Bagong, @Flux, dan Jalu selaku pimpinan 'Sel'. Gerakan 'Sel' ini sudah berjalan selama 2 tahun, dan telah memakan ratusan korban jiwa dalam setiap aksinya. Satu-satunya kesamaan yang dimiliki setiap personel 'sel' ini adalah dendam sejarah. Dan sialnya, dendam memang tak pernah usai, meski telah berganti generasi. Salam, -
All Rights Reserved
#190
serial
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AETERNA  | Selesai✓
  • Queen Mafia & Demon
  • Mesin Waktu Untuk Nara [HIATUS]
  • ARKANJESICA (END)
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Neo-MONDAY✔ [TERBIT]
  • LIKE A FOOL
  • Romansa Mayor [ TERBIT ]

FOLLOW AUTHOR SEBELUM BACA:-) {Cerita ini hanya FIKTIF belaka. Jika ada kesamaan nama, tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan} Blurb : Menjadi gadis dengan hidup yang begitu memilukan bukan pilihannya. Delila ingin merasakan bahagia mendapati kasih dan cinta dari orang tua serta temannya. Namun garis takdir seakan ingin menguji seberapa kuat mentalnya. Dan ya. Delila adalah manusia biasa dan dia tidak bisa. Jiwanya rapuh begitu kenyataan seakan melemparnya ke dalam jurang pekat. Kematian adalah jalan dirinya menghindar dari belenggu yang merantai dirinya dengan kepahitan. Namun takdir memang tidak akan pernah puas. Delila kembali ditakdirkan untuk mendapatkan kesempatan hidup dengan identitas baru. Dan semua bukan tanpa alasan. Delila musti mencari sosok yang mau membagi cinta dan kasih untuknya. Mau dengan suka rela mendoakan Delila agar damai di sana. Namun seperti sebuah aturan, Delila tak boleh membalas perasaan itu. ... "Ya, pokoknya kalo lo gak mau jadi bego ya jangan jatuh cinta." "Davin, mana ada orang bego karena jatuh cinta!" "Ada." "Siapa?" "Nih, orang di sebelah gue." "Davin!" Tangan Zelia dengan cepat mencubit lengan Davin membuat cowok itu mengaduh kesakitan. "Sakit, Zel. Apaan sih lo!" "Makanya jangan ngomong sembarangan. Orang gak akan bego hanya karena dia jatuh cinta, justru sebaliknya, cinta bisa buat sesorang berubah jadi lebih baik, penyayang dan lebih perhatian. Zelia pengin Davin kayak gitu." 17+ Cover by pinterest Yuk ikutan intip ceritanya!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines