Music in Silence

Music in Silence

  • WpView
    Reads 1,622
  • WpVote
    Votes 139
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 28, 2021
'Alunan nada yang tak pelu kau dengar... Cukup rasakan saja...' . "Tapi, bagaimana cara menikmati musik jika aku saja tidak bisa mendengarkan musik itu." . "Kubilang tak perlu kau dengarkan bodoh, cukup rasakan saja. Yang rusak hanya telingamu kan? Kau masih punya bagian tubuh yang lain. Huh, kuharap hatimu masih berfungsi." . "Eh?" . . Hanji Zoe dulu pernah bermimpi untuk menjadi seorang pianis profesional. Namun sebuah kecelakaan merenggut mimipinya. Ia yang terpaksa membuang semuanya mimpinya hanya bisa menghibur diri dengan berhenti bermain piano. Hingga akhirnya ia bertemu dengan pemuda itu. Seorang pemuda berwajah dingin dengan jari jemari yang lihai menari di atas tuts piano.
All Rights Reserved
#9
levixhanji
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tanya Hati (Selesai)
  • MUNDANE MENIAL {NamJin}☑️
  • INSIGHT [The Lost Melody]
  • YOUR LIE IN APRIL
  • River Flows In U √
  • FIRASAT | NCT 127 | (END)
  • Sorry That I Walked Away ● HenXiao ●
  • 𝐒𝐄𝐈 𝐌𝐈𝐎 𝐒𝐒𝟏 [𝐒𝐊𝐘𝐍𝐀𝐍𝐈]
  • Imperfect Pitch [COMPLETED]

PROLOG Hening. Nyaris tidak terdengar suara apapun. Jalanan yang ku pijaki gelap. Suasana terlihat seperti dalam film-film horror. Aku menempelkan tanganku pada dinding disampingku. Namun, bukannya terasa dingin aku malah merasakan rasa panas yang menjalar seperti aku sedang memegang pemanggangan panas. Mungkin karena aku terlalu merasakan hawa horos saat ini. Aku mengedarkan pandangannku kesegala arah. Berharap menemukan seseorang yang mungkin bisa membantuku. Tidak ada. Tidak ada satu orang pun disini. Seakan-akan di dunia ini hanya ada aku sendirian. Seolah-olah semua orang meninggalkanku di tempat yang sunyi ini. Sunyi, gelap, hampa, dingin, kesepian. Sampai aku mendengar sebuah alunan musik yang entah dari mana asalnya. Sesuatu yang aku tahu adalah sebuah lagu yang memenangkan jiwa. Seperti seseorang yang memainkan itu menuntunku menuju jalan yang benar. Seolah yang memainkannya sedang menenangkanku dari kehampaan ini. seolah dia sedang ingin menarikku dari jurang kesunyian yang aku rasakan saat ini. Memberikanku penerangan yang cukup sehingga aku bisa melanjutkan langkah kakiku dan menegakkan kepalaku. Suara itu, suara yang berasal dari kumpulan nada-nada yang tersusun rapi. Suara yang berasal dari pijatan sang ahli dengan not yang pas. Sebuah harmoni yang seperti sengaja di ciptakan untuk menenangkan hati orang yang mendengarnya. Tapi, yang aku tahu aku jatuh cinta akan hal itu sejak pertama kali mendengarnya. Dan tanpa sadar, kakiku melangkah mencari dari mana suara itu berasal. Sebuah ruangan dengan cahaya remang-remang. Ruangan itu kosong, hanya ada sebuah piano di tengah-tengah ruangan. Walaupun tidak terlalu terang, aku bisa melihat seorang pria berkemeja kotak-kotak sedang memainkan piano itu. Punggungnya melenting-lenting menikmati irama yang dia mainkan sendiri. ~Next to chapter 1~

More details
WpActionLinkContent Guidelines