Ciuman Pertama Seorang Psikopat

Ciuman Pertama Seorang Psikopat

  • WpView
    Reads 12,617
  • WpVote
    Votes 323
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 23, 2017
Bagaimana Rasanya Seorang Pria tampan bernama farrel vigo saputra (lucifer) Yang tak berjiwa normal merasakan ciuman Pertama dari seorang gadis yang bernama agnes zamora, dari sekian lama ia tak merasakan apa yang di namakan ciuman bahkan tak memiliki cinta sama sekali, dengan keseharian dia yang dipenuhi dengan senyuman semringai melicikkan diiringi pisau yg selalu ia bawa di saku kecilnya untuk menghabiskan mangsanya, kemudian kehidupanya berubah saat ia mengenal sosok gadis yang hampir menjadi korbannya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alencio (END)
  • Egoistic Liar
  • BABY DON'T CRY (SELESAI)
  • LOVE for TIME
  • Cinta Itu Bernama Aleaa  [ ON GOING ]
  •  STAY WITH ME
  • Boyfriend
  • cwo culun itu pacar ku
  • Hidup Tanpa Cinta (End)

Bagi Amanda, Farel adalah sahabat sekaligus cinta pertamanya. Meskipun lelaki itu tidak pernah menganggapnya lebih dari seorang teman, namun Amanda tidak pernah memiliki rasa lelah terlebih lagi menyerah. Ia akan selalu berusaha membuat Farel melihat ketulusan cintanya, meskipun Amanda sendiri tidak bisa mengungkapkannya secara langsung. Namun sebuah rasa itu seolah menghilang secara perlahan saat Amanda bertemu dengan lelaki bernama Cio, lelaki aneh yang selalu menggodanya dengan sikap konyolnya. Seperti pada lelaki lainnya, Amanda selalu bersikap tak peduli, namun seiring berjalannya waktu, hatinya justru tersentuh dengan kisah kehidupannya dan perasaan tulusnya. Di balik tawa konyolnya, Cio memiliki kisah rapuh yang tidak ingin lelaki itu ingat. Meski pada akhirnya air matanya jatuh juga kala mengingat masa kelamnya, dan semua itu hanya Cio tunjukkan di hadapan Amanda, gadis cantik yang disukainya. Saat semua berubah sedikit demi sedikit termasuk hati Amanda, Cio justru pergi dengan alasan tak masuk akal. Di tengah penantiannya, Farel justru datang menawarkannya cinta yang dulu pernah Amanda harapkan. Apa yang harus Amanda lakukan? Tetap menunggu atau memulai kembali cinta yang hampir lapuh?

More details
WpActionLinkContent Guidelines