We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pengorbanan
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 19, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
ketika kita mengharapkan sesuatu yang tak bisa kita miliki . ketika kita berusaha untuk meyakinkan diri untuk selalu terus maju . ketika sebuah harapan sudah tak bisa lagi di teruskan . ketika harapan dan takdir tidak bisa menyatu . ketika semua itu sia sia apa yg harus dilakuin ? harapan telah musnah ...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Work Life, Love Balance (END)
  • THE REBELLOUSE! [END]
  • Goodbye, Hello? [TAMAT]
  • MANAGER KEUANGAN [END]
  • Favorite Lecturer
  • Semestinya Cinta ( Selesai )
  • Menuju Seperempat Abad [End]✓
  • Spicy
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]
  • Tanda Seru

Siena Zahra tidak pernah menyangka keputusan impulsif untuk menemani sahabatnya--Raline, melakukan kopdar Tinder dengan identitas palsu akan berubah menjadi mimpi buruk yang merembet sampai ke kantor. Waktu itu, demi keamanan karena itu pengalaman pertama Raline dalam dunia dating apps, mereka sepakat memakai nama dan pekerjaan palsu. Pertemuan berlangsung canggung-apalagi karena Dipta, cowok Tinder itu, ikut membawa temannya, pria dengan tatapan dingin dan observan bernama Naresta Dirgantara. Siena tahu pria itu mencurigainya, tapi dia berpura-pura santai. Mereka pulang dan menganggap semua itu hanya pengalaman lucu yang tidak perlu diingat lagi. Dua minggu kemudian, hidup Siena jungkir balik. Perusahaan mengumumkan atasan baru di divisi Siena. Masuklah pria yang sama. Pria dari kopdar itu. Naresta Dirgantara. Dan tatapan lelaki itu tepat seperti dugaan Siena--dingin, menilai, sinis, seolah berkata "Aku tahu kamu penipu." Sejak hari pertama, Siena menjadi target perhatian Naresta dan bukan yang menyenangkan. Setiap laporan, rapat, hingga keputusan kecil pun selalu dipertanyakan. Seakan Naresta sengaja menjadikan masa lalu singkat itu sebagai alasan untuk meruntuhkan profesionalitas Siena.

More details
WpActionLinkContent Guidelines