Story cover for Just You! by CiciRM21
Just You!
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Jan 19, 2017
"Ini pertemuan ketiga kita dalam sehari sepertinya ada sesuatu yang diciptakan tuhan untuk kita" kalimat yang dilontarkannya membuatku menatap dengan wajah yang kebingungan.

"Wahhh ternyata kalian sudah saling mengenal, hebatt ryan sepertinya semua wanita cantik dimuka bumi ini kau sudah mengenalnya, kau memang pemain yang hebat"

"Apa maksud perkataanmu itu alva, aku hanya bertemu 2 kali degannya secara kebetulan dan sekarang aku bertemu lagi dengannya disini" ia masi menatapku dengan lekat aku sangat merasa risih dengan tatapannya itu.

"Ouhh kalau begitu seharusnya kalian kenalan" alva mrmaksaku mengulurkan tanganku kepada lelaki itu dengan terpkasa aku aku harus melakukannya karna alva terus menarik lengan tanganku.

"Alicia" aku mengulurkan tanganku dengan terpaksa tetapi lelaki yang sudah berada didepanku saat ini malah tersenyum.

"Bryan james" akhirnya ia membalas uluran tanganku ia mencengkram taganku dengan kuat aku berusaha melepasnya tapi ia malah mempereratnya ia terus menatapku.
All Rights Reserved
Sign up to add Just You! to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Aksara Lingga by Larisakuma08
59 parts Complete
"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.
You may also like
Slide 1 of 10
INI CINTA BUKAN BENCI cover
K I N G [Completed] cover
Aksara Lingga cover
My Famous Boyfriend [Completed] cover
DeaSea  cover
Cinta setelah Cinta cover
ALVANSA [Completed] cover
Diagnosis: Harapan [MS 1] cover
YOUNIVERSE (Tahap Revisi) cover
Please, Love Me (END) cover

INI CINTA BUKAN BENCI

23 parts Complete

"Seharusnya ini cinta bukan benci tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu. Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir. "Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy. **** *Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊