Mungkin, kelak di waktu yang tak kita duga, di tempat yang tak pernah kita rancang, semesta diam-diam mengatur pertemuan kita sekali lagi. Bukan sebagai dua yang pernah saling memiliki, tapi sebagai dua hati yang pernah saling mencari-dan kini hanya mampu saling pandang dari kejauhan. Tak ada kepastian apakah kita akan menyapa, berbasa-basi, atau memilih diam sembari menelan tanya, bagaimana bisa jarak tumbuh begitu luas di antara dua yang pernah sedekat itu. Jika itu terjadi, kau akan menyebutnya apa? Kebahagiaan? Atau ironi?
More details