Aku Tak Benci Ta'addud

Aku Tak Benci Ta'addud

  • WpView
    Lecturas 32
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ene 20, 2017
WpInfo
Ficción
Temas Sociales
Ia mengangguk. Wanita berstatus janda yang telah berusia kepala empat itu terlihat ayu dan bersahaja, lebih dari yang kulihat dari hari-hari sebelumnya. Hm, adakah cinta memberi pengaruh hebat hingga menambah cantik wajahnya? "Hebat euy, bisa merasakan jatuh cinta lagi. Sudah lama aku tak merasakan itu," kataku. Susan tertawa. "Masa sih? Kalo gak ngrasain jatuh cinta, gimana kamu bisa hidup bahagia bersama suamimu?" tanyanya. Aku tersenyum kecut. "Cinta mulanya mempersatukan kami. Tapi seiring waktu berlalu, terkadang rasa jenuh menghinggapi hari-hariku." "Maksudmu?" Ia terkejut dan menatap tajam mataku. "Entahlah... tiba-tiba aku merindukan masa laluku..." "Masa lalu?" "Ya, masa lalu saat aku belum menikah dengan suamiku." "Fika... istighfar..." Susan menepuk-nepuk bahuku. "Aku tahu ini salah. Tapi asal kau tahu, sesungguhnya suamiku pun sama sepertiku. Kutahu benar, ia sedang merindukan wanita selainku." Susan terperangah.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BAGAIMANA MALAM INI? KAMU SUKA? [END]
  • My Diary
  • His touch, Her desire
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Istri yang tak di inginkan
  • Ekawira Danadyaksa~Completed
  • Rendra & Lila [END]
  • [COMPLETED] 7 Days
  • MY HOPE IS YOU (END)

Warning!!! HANYA BERISI ADEGAN ROMANSA, LATAR BELAKANG CERITA DAN ADEGAN DIBALIK KEBERSAMAAN KE-DUA TOKOH MAUPUN KEHIDUPAN PRIBADI TIDAK DIJABARKAN. 18+ Cerita ini hanya untuk unyu-unyuan saja. _______________________________ Gifta tidak pernah menduga bahwa perjodohan dengan Anggar Linggarjati akan mengubah hidupnya dalam sekejap. Sebagai dokter spesialis yang dingin dan tampak tidak tertarik pada siapa pun, Gifta pikir pernikahan mereka akan berjalan tenang, tanpa banyak interaksi. Namun, di malam pertama pernikahan mereka, semua asumsi Gifta hancur berantakan. Anggar, yang selama ini terlihat acuh tak acuh, tiba-tiba menunjukkan sisi yang tidak pernah Gifta duga-sikap mesra, perhatian, bahkan menggoda dengan cara yang membuat Gifta bingung dan ngeri sekaligus. Apakah ini benar-benar Anggar yang selama ini dikenal sebagai sosok yang berwibawa dan tenang? Tapi, kenapa tiba-tiba ia menjadi sosok yang berbeda begini? "Ka-kamu kenapa sih? Kok dekat-dekat gini" "Emangnya kenapa? Kita kan udah nikah, jadi sah-sah aja aku dekat-dekat gini." "Ya tapi kan -aaaww, Anggar! Kamu ngapain?" Suaraku memekik kaget, syok dengan apa yang baru saja terjadi. Aku ingin segera bangun, tapi nggak bisa. Kekuatan Anggar dalam mengurungku di luar batasku, ingin rasanya aku menendangnya tapi lagi-lagi itu hanya niat semata. Mau tahu apa yang ia lakukan padaku barusan? Anggar, menggigit telingaku. Bayangkan saja, telingamu tiba-tiba digigit dan bahkan dijilat. Kelakuan tidak senonoh macam apa ini? Ini pelecehan namanya. "Ternyata kamu enak banget dipeluk-peluk gini."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido