Desperately In Love

Desperately In Love

  • WpView
    Reads 13,238
  • WpVote
    Votes 345
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 24, 2017
Kalana Rey Dawnson bule jerman yang kelakuannya gak ada buleny sama sekali. Bangga punya sepatu bulukan yang dicucinya cuma enam bulan sekali dan itupun kalau sempat. Menolak nikah muda karena alasan belum bisa masak nasi. Kanara Prayoga pria dengan kosa kata yang terlalu formal saat bebicara serta penampilannya yang terlalu rapi tapi dibalik itu semua banyak hal yang akan membuat para wanita jatuh hati. Tertangkap basah membuat Kalana dan Kanara harus menikah. Apa yang akan terjadi saat Kanara dengan sikap tenang dan super rapinya harus satu rumah dengan Kalana yang urak-urakan dan berencana untuk menularkan virus berantakannya pada Kanara?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Baby's Contract✓
  • Marriage With Benefit  [C O M P L E T E]
  • ROYAL MARRIAGE
  • Bratty Wife
  • Ralif's Life
  • Like A Hot! (Hot Wedding 2)
  • Alana - My mahasiswi
  • Tejebak Lelaki Brengsek!
  • The Unmatch Fiancé [END]

Cerita ini sudah tamat dan bisa kalian dapatkan versi lengkapnya di Karyakarsa kataromchick atau versi ebook di google playbook 'Faitna YA'. ~~~~ Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

More details
WpActionLinkContent Guidelines