We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Multitudinous

Multitudinous

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 26, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
*Bahasa Story* It was only one phase of the multitudinous emotions which had assailed her.
-- Kate Chopin, The Awakening, 1899 Selama Tasia menjejakan kaki di dunia, banyak hal yang terjadi. Ibaratkan setiap kejadian itu adalah kepingan. Semua kepingan itu dapat ia rangkai menjadi satu gambar yang indah. Dari semua kepingan itu, ada satu kepingan yang unik di matanya. Kepingan itu berbeda dari kepingan lain, mempunyai berbagai warna terang sekaligus warna hitam gelap. Kepingan itu merupakan kejadian saat ia bertemu Yatha.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bianglala
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • • EUTANASIA •
  • The Red Angkot
  • Tree Story
  • Cinta Sang Prajurit (END)
  • [2] Keluarga Kaktus | Ondah Family
  • CATHAN
Bianglala

Bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit. Terbentuk karena adanya pembiasan sinar matahari yang dibelokkan bukan hadirnya bidadari dari kayangan yang turun ke bumi untuk mandi di sungai. Datang memberi kesan pergi menyimpan luka. 🌈🌈🌈 "Rey" "Iya key" "Ngapain lo ajak gue kesini?" "Hmmm.. supaya bisa liat pelangi" "Pelangi??" "He'em" "Dimana?" "Tuh disana" "Mana?? Nggak ada" "Nih pelanginyaa" telunjuk Rey mengarah ke pipi Key. 🌈🌈🌈 "Kenapa yan?" "Kenapa apa?" "Kenapa masih disini?" "Kenapa yan?" "Kenapa apanya sih?" "Kenapa diam?" "Belom punya jawaban yang pas" "Pelangi nya indah ya yan" "Jangan jadi pelangi ya key" "Berarti jangan jadi kamu? Indah, memudar, lalu hilang. Terus datang lagi tanpa jawaban" "Kenapa nggak dari dulu?" Tanya Ian menatap ke mata Key. "Memastikan hati nggak ada salahnya kan. Kenapa langsung ambil keputusan? Nggak bisa nunggu?" "Aku tau jawabannya sekarang" "Simpan aja yan" "Ku pastikan besok aku sudah sendiri" balas Ian sekali lagi. "Pastikan saja rasamu jika kau ingin berpisah. Aku hanya tak mau melihatmu berputus asa. Karena sudah tak bersamanya dan akupun nantinya berbeda" 🌈🌈🌈 Di pertengahan chap memberi kesan ledakan kebaperan yang akan siap menyerang kapanpun. Jadi siapkan mental, fisik, jiwa raga kalian•,• 😍Happy reading gaes👋🏻 Semoga banyak yang suka sama story yang aku tulis😸 jangan lupa share, vote and comment kalian berarti untuk author, story Ian, Key dan Rey. #SebagianRealStory💭 #Start September 2019 ©®DiayuWandira75 ~ Bianglala ~ Ig: drawandira_ Salam manis untuk para readers, dari dira😄

More details
WpActionLinkContent Guidelines