Story cover for Multitudinous by trashmadeofgold
Multitudinous
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jan 20, 2017
*Bahasa Story*

It was only one phase of the multitudinous emotions which had assailed her.
-- Kate Chopin, The Awakening, 1899

Selama Tasia menjejakan kaki di dunia, banyak hal yang terjadi. Ibaratkan setiap kejadian itu adalah  kepingan. Semua kepingan itu dapat ia rangkai menjadi satu gambar yang indah. 

Dari semua kepingan itu, ada satu kepingan yang unik di matanya. Kepingan itu  berbeda dari kepingan lain, mempunyai berbagai warna terang sekaligus warna hitam gelap.

Kepingan itu merupakan kejadian saat ia bertemu Yatha.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Multitudinous to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
With You 나는 행복하다 by Reerey1
6 parts Complete
Yang sudah terjadi, sudahlah ... Yang akan terjadi, biarlah ... Kesedihan akan selalu menemani setiap langkahku. * "Aku minta maaf. Ini tidak pernah terpikir olehku akan terjadi, apalagi menjadi impian ku. Aku memang mencintaimu, tapi dengan cara yang salah aku memiliki mu. Kejadian itu tidak bisa aku menyangkalnya apalagi mencegahnya." -Devano Andreas Magandra. "Kesedihan apa lagi yang belum menghampiri ku? Semua itu sudah ku rasakan. Di setiap langkah kehidupan ku, kesedihan selalu menyertai. Tidak pernah ada kata 'Bahagia' dalam history perjalanan hidup ini. 'Dia' hadir tanpa ku inginkan, memberi warna pada kehidupan ku yang hampa." -Rania Maharani Indira. "Dia milikku. Kau tidak bisa menyangkalnya apalagi merubahnya. Dendam membuat ku buta, ego lupa. Aku kehilangan dia. Cinta ku, hati ku, semuanya telah kau rebut dariku! Aku membenci mu." -Tristan Abidzar Magandra. ** Kebencian itu ada. Rasa cinta juga nyata. Hal itu hadir bersamaan membuat kebingungan kedua insan. Kata 'Dia' hadir di antara mereka, membuat cinta itu datang tanpa di ketahui. Hidup ini memang membingungkan. Ingin itu, dapat yang ini. Ingin ini, malah mendapat itu. *** Cerita ini di tulis langsung dengan ide yang muncul dalam pikiran. Tidak ada plagiarisme atau copas meng-copas. Jika pun ada kemiripan dan kesalahan dalam cerita, mohon dimaafkan. Karena saya yang hanya manusia, senantiasa berbuat salah dan tidak luput dari dosa. ♡ Salam dari Aneuk Nanggroe ♡ ^_^
Bianglala by drawandira75
31 parts Complete
Bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit. Terbentuk karena adanya pembiasan sinar matahari yang dibelokkan bukan hadirnya bidadari dari kayangan yang turun ke bumi untuk mandi di sungai. Datang memberi kesan pergi menyimpan luka. 🌈🌈🌈 "Rey" "Iya key" "Ngapain lo ajak gue kesini?" "Hmmm.. supaya bisa liat pelangi" "Pelangi??" "He'em" "Dimana?" "Tuh disana" "Mana?? Nggak ada" "Nih pelanginyaa" telunjuk Rey mengarah ke pipi Key. 🌈🌈🌈 "Kenapa yan?" "Kenapa apa?" "Kenapa masih disini?" "Kenapa yan?" "Kenapa apanya sih?" "Kenapa diam?" "Belom punya jawaban yang pas" "Pelangi nya indah ya yan" "Jangan jadi pelangi ya key" "Berarti jangan jadi kamu? Indah, memudar, lalu hilang. Terus datang lagi tanpa jawaban" "Kenapa nggak dari dulu?" Tanya Ian menatap ke mata Key. "Memastikan hati nggak ada salahnya kan. Kenapa langsung ambil keputusan? Nggak bisa nunggu?" "Aku tau jawabannya sekarang" "Simpan aja yan" "Ku pastikan besok aku sudah sendiri" balas Ian sekali lagi. "Pastikan saja rasamu jika kau ingin berpisah. Aku hanya tak mau melihatmu berputus asa. Karena sudah tak bersamanya dan akupun nantinya berbeda" 🌈🌈🌈 Di pertengahan chap memberi kesan ledakan kebaperan yang akan siap menyerang kapanpun. Jadi siapkan mental, fisik, jiwa raga kalian•,• 😍Happy reading gaes👋🏻 Semoga banyak yang suka sama story yang aku tulis😸 jangan lupa share, vote and comment kalian berarti untuk author, story Ian, Key dan Rey. #SebagianRealStory💭 #Start September 2019 ©®DiayuWandira75 ~ Bianglala ~ Ig: drawandira_ Salam manis untuk para readers, dari dira😄
You may also like
Slide 1 of 7
LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA cover
CATHAN cover
SENANDIKA (Zeedel) cover
THE UNYIELDING  [END] cover
With You 나는 행복하다 cover
The Red Angkot  cover
Bianglala cover

LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA

17 parts Complete

Hati yang Setia selalu merunduk-merendah mencari jalan-jalan terang dalam hidup, dan disaatnya LANGIT pasti akan menunjukan jalan Kesetiaannya. Cinta sejati tak akan lekang oleh waktu. Namun akan kembali dengan cara yang menakjubkan. Rakha dan Kinanti bagai layang-layang kembar. Terbang tinggi ke langit menembus awan tertinggi memohon diturunkan Cahaya untuk menerangi hati yang sepi pada Kerinduan yang tidak pernah bertepi. Diatas perahu di Selat Bali, Rakha hanya memandang gerak Langit, senyap dalam doa. Tiba-tiba tampak Langit Terbelah Cahaya Purnama. "Ooh Betapa Agungnya Engkau Maha Tercinta... " Kinanti berjalan menghitung langkah satu demi satu, menatap lembayung senja yang melintasi bebukitan hijau yang mulai menua. "Aishiteru Rakhaaa... Kamu dimana !!!" Langit pun terpaksa menangis... Bersama deru hujan yang datang kejar-mengejar dengan suara Angin yang berhembus kencang. "Kin ! .. KUA terdekat dimana? Bisa nggak kita daftar malam ini juga?" Rakha mulai serius menggoda pada pertemuannya yang baru berselang sekian menit. "Hayu, siapa takut?. Kita cari dulu muka yang tampangnya alim untuk jadi saksi nikah kita ya?"