Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
The Trouble Maker

The Trouble Maker

  • WpView
    Reads 268
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 28, 2017
"Mengapa kamu harus makan kalau nantinya kamu akan merasakan lapar lagi? Mengapa kamu harus minum kalau nantinya kamh akan merasakan haus lagi? Dan, mengapa kamu harus datang kalau nantinya kamu akan meninggalkan luka dan pergi?.Ah soal cinta ini membuat ku sesak" batin Airin. Tapi semua itu berubah ketika Airin menemukan seseorang yang membuat hatinya jatuh..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • ARIEANNA
  • DRABIA [END]
  • Finding a Soulmate
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • Falling To Pieces
  • This is my destiny
  • Berkisah Untuk Berpisah (On Going)
  • LDR

"Seharusnya ini cinta bukan benci tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu. Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir. "Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy. **** *Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines