Story cover for MORTE by firzaaathlb
MORTE
  • WpView
    MGA BUMASA 311
  • WpVote
    Mga Boto 83
  • WpPart
    Mga Parte 6
  • WpView
    MGA BUMASA 311
  • WpVote
    Mga Boto 83
  • WpPart
    Mga Parte 6
Ongoing, Unang na-publish Jan 21, 2017
Selama ini, aku hanya ingin sesuatu terungkap. Sesuatu yang ku sembunyikan selama ini. Sesuatu yang tidak akan pernah aku lupakan. Yaitu; perasaanku padamu. Jika kau bertanya padaku, apakah aku ingin memilikinya? Jawabannya adalah tidak. Karena aku yakin, sesuatu yang pernah kita dapatkan akan pergi perlahan tanpa kita sadari. Yang aku tahu hanyalah dia yang pergi meninggalkanku, dan dia yang tidak memiliki sepeserpun perasaan kepadaku. Sejujurnya aku ingin berkata "iya," saat dia mengungkapkan perasaannya padaku, tapi lidahku berkata lain, lidahku hanya bisa berkata "tidak."

Aku hanya takut akan satu hal. Aku takut kau pergi dan meninggalkanku selamanya. Tapi takdir berkata lain. Kita akan pergi bersama dalam perdamaian.
All Rights Reserved
Sign up to add MORTE to your library and receive updates
o
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Truth After Love (Tamat, segera terbit) ni tiaxyl
36 mga parte Kumpleto
perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 9
Truth After Love (Tamat, segera terbit) cover
SasuHina - I Knew I Love You cover
Night Star cover
Maybe It's You(?) cover
Real Sour cover
my possesif Buchi cover
Brother in Love cover
Si Pemilik Mata Indah cover
REMEMBER cover

Truth After Love (Tamat, segera terbit)

36 mga parte Kumpleto

perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.