Golok Maut - Batara

Golok Maut - Batara

  • WpView
    MGA BUMASA 55,625
  • WpVote
    Mga Boto 1,137
  • WpPart
    Mga Parte 55
WpMetadataReadKumpleto Tue, Jan 24, 2017
GIAM-TO (Golok Maut) dikenal orang pada jamannya Lima Dinasti. Waktu itu Tiongkok Utara kacau, kerajaan Tang baru saja tumbang. Dan ketika kekalutan serta pertikaian masih mendominasi suasana maka daerah ini seakan neraka bagi kebanyakan orang. Li Ko Yung, satu diantara yang bertikai waktu itu berhasil menguasai Ho-nan dan Shan-si. Dua propinsi ini jatuh di bawah kekuasaan laki-laki itu. Namun karena dimana-mana terjadi peperangan dan mulut tak pernah diam untuk memaki atau mengutuk maka dua wilayah ini pun masih tak sepenuhnya tenang. Ho-nan, yang terletak di selatan Shan-si berbatasan dengan Sungai Kuning.
All Rights Reserved
#29
wuxia
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Pendekar Laknat
  • Pertikaian Tokoh - tokoh Persilatan (Hoa-san Lun-kiam)
  • Rahasia Istana Terlarang - Wo Lung Shen
  • Kelelawar Hijau
  • Panji Sakti - Gu Long
  • Douluo: Disaster is always one step slower than me
  • Golok Bulan Sabit (Yuan Yue Wan Dao) - Gu Long
  • Rajawali Sakti dari Langit Selatan (Sin Tiauw Thian Lam)

MENGAPA? MENGAPA? MENGAPA? Demikian pertanyaan yang selalu menghuni dalam benak Siau-liong, jejaka berumur 16 tahun yang sedang belajar pada Tabib Sakti Jenggot Naga Kongsin To. Mengapa gurunya melarang ia untuk menuntut balas atas kematian ayahnya? Kata gurunya, larangan itu adalah pesan terakhir dari ayahnya, pada saat hendak menghembuskan napas terakhir. Mengapa mendiang ayahnya berpesan begitu? Dan mengapa pula gurunya melarang ia berkeliaran ke balik gunung? Sudah 10 tahun lamanya, pertanyaan itu mencengkam pikirannya, tanpa penyelesaian. Toh Hun-ki adalah suhu dari ayahnya dan bukan seorang jahat. Namun karena ia fanatik sekali terhadap gengsi maka ia meminta kematian Tang Gun-liong dan melukai isteri muridnya itu. Tjoa-sek Se-si Ki Ih, isteri Tang Gun-liong itu, berasal dari seberang laut. Wanita itu gemar membunuh sehingga menimbulkan bentrokan dengan partai-partai persilatan lain. Dan sebelum resmi menikah dengan Tang Gun-liong, ia sudah melahirkan anak, yakni Siau Liong. Sebagai ketua Kong-tong-pay, Toh Hun-ki malu terhadap perbuatan muridnya. Terpaksa ia membunuh Tang Gun-liong dan melukai isterinya. Dalam penderitaannya, Siau Liong memperoleh ilmu dari seorang kakek tua yang pada zamannya dikenal sebagai Pendekar Laknat yang sangat ditakuti oleh para pendekar dalam dunia persilatan. Dalam perantauannya, Siau Liong seringkali berperan sebagai Pendekar Laknat sehingga nama busuk gurunya dapat direhabilitasi dan dendam kematian ayahnya juga dapat diselesaikan.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman