Golok Maut - Batara

Golok Maut - Batara

  • WpView
    Reads 55,625
  • WpVote
    Votes 1,137
  • WpPart
    Parts 55
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 24, 2017
GIAM-TO (Golok Maut) dikenal orang pada jamannya Lima Dinasti. Waktu itu Tiongkok Utara kacau, kerajaan Tang baru saja tumbang. Dan ketika kekalutan serta pertikaian masih mendominasi suasana maka daerah ini seakan neraka bagi kebanyakan orang. Li Ko Yung, satu diantara yang bertikai waktu itu berhasil menguasai Ho-nan dan Shan-si. Dua propinsi ini jatuh di bawah kekuasaan laki-laki itu. Namun karena dimana-mana terjadi peperangan dan mulut tak pernah diam untuk memaki atau mengutuk maka dua wilayah ini pun masih tak sepenuhnya tenang. Ho-nan, yang terletak di selatan Shan-si berbatasan dengan Sungai Kuning.
All Rights Reserved
#29
wuxia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tarian Liar Naga Sakti
  • Pendekar Laknat
  • Douluo: Disaster is always one step slower than me
  • Kisah Membunuh Naga (To Liong To / Heaven Sword and Dragon Sabre) - Jin Yong
  • Rahasia Istana Terlarang - Wo Lung Shen
  • Pendekar Bayangan Setan (Khu Lung)
  • Tengkorak Maut aka Rahasia Istana Hantu - Khu Lung
  • Panji Sakti - Gu Long

Lanjutan "Kisah Para Naga di Pusaran Badai". Dalam Bagian I - Dikisahkan atau mengisahkan masa dan periode belajar dan menempah diri para Naga Muda hingga kemudian memasuki posisi penting kelompok Pendekar Tionggoan. Bagian Pertama ini masih menceritakan bagaimana peran penting tokoh-tokoh sepuh: Kian Ti Hosiang, Kiong Siang Han, Wie Tiong Lan dan Kiang Sin Liong yang menjadi Suhu dari para pendekar atau Naga Muda. Di bagian ini, juga peran penting angkatan Kiang Cun Le, Liong-i-Sin Nie, Siangkoan Tek masih sangat terasa. Masa ini boleh disebut masa belajar dan masa pertumbuhan dari Naga-naga muda. Dalam Bagian II - Peran para Naga Muda sudah menjadi jauh lebih penting dan signifikan. Mereka, meski kemudian kepemimpinan diambil alih Sian Eng Cu Tayhiap dan Pengemis Tawa Gila, tetapi pada intinya adalah Naga-naga muda yang tampil untuk menyelesaikan banyak pertikaian dengan Thian Liong Pang. Tokoh-tokoh dari Jawadwipa, Tibet, Thian Tok bersilangan dalam konflik yang terjadi di Tionggoan. Dan, yang tak kurang penting - selain peran Naga-naga muda menjadi sentral, juga lembaran kisah asmara mulai terlihat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines