Story cover for Rahasia Cinta  by RahayuIndahL
Rahasia Cinta
  • WpView
    LECTURAS 15,418
  • WpVote
    Votos 483
  • WpPart
    Partes 60
  • WpView
    LECTURAS 15,418
  • WpVote
    Votos 483
  • WpPart
    Partes 60
Concluida, Has publicado ene 23, 2017
[SELESAI] [Proses Editing]

Ini bukan suatu kebetulan. Bisa dikatakan ini Takdir. Takdir menemukannya lagi. Lagi yang dulu pernah terpisah. Kata orang 'kesempatan kedua ga akan bisa sama dengan awal perkenalan'. Tapi aku ga percaya. Aku yakin ini takdir. Takdir ga mau kita pisah. Tapi bisa kita kembali seperti awal kita kenal? Kamu dan sikapmu-lah yang menentukan.
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Rahasia Cinta a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#26renggang
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Eliinaa de vfryfrljnvsnmtm
5 partes Concluida
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
Luka & Lara (Completed) de Hanaksara
34 partes Concluida
Romance-spiritual ______________ [FOLLOW SEBELUM MEMBACA ⚠️] AWAS BAPER!!! CERITA INI MENGANDUNG BANYAK BAWANG⚠️ #1 in Religi (21 Februari 2024) #1 in Spiritual (23 Desember 2020) #1 in Sabar (19 Januari 2021) #1 in Imran (18 Januari 2021) #1 in Katabijak (21 Januari 2021) #1 in Hikmah (23 Januari 2021) #1 in Lara (23 Januari 2021) #1 in rohani (29 Januari 2021) Ini tentang Luka & Lara. Semula, hidup Lara baik-baik saja. Sebelum sang ayah memutuskan untuk menjodohkannya pada seorang lelaki yang merupakan anak tunggal dari rekan kerjanya di kantor. Di usianya yang masih sangat muda, ia sudah dihadapkan pada takdir yang mampu menjungkirbalikkan kehidupannya. Kisah cinta yang belum usai, sebuah makna tentang ikhlas dan sabar, terangkum dalam kisah Luka & Lara. Ingin tahu kisah selanjutnya? Silakan baca cerita ini. Yang mudah menangis, tolong siapkan tisu sebanyak-banyaknya. Karena sesuai judul, luka. Itu artinya, kalian harus siap saat menemukan kata-kata yang menyesakkan dada. "Kesan aku setelah membaca Luka & Lara, Masyaallah banget ceritanya menyentuh banget, sampai mataku sembab langsung seharian ku baca karena semakin penasaran dengan jalan ceritanya dan alurnya sulit ditebak menurutku... Banyak pelajaran yang di dapat, bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya yang selalu terus bersabar dan menjadikan Allah tempat untuk bersandar apapun itu keadaannya. Pesan untuk kak Hana, semangat terus untuk menulisnya kak untuk menginspirasi banyak orang, jaga kesehatan ya kak.. aku menunggu karya kakak selanjutnya," - @Ruangsendu10 Cerita ini dilindungi oleh UU. Dilarang plagiat ⚠ Desain cover by @Del_graphic Note : Komentarlah dengan bijaksana Ttd: 17 Desember 2019
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Eliinaa cover
Setia Di Hati (Selesai) cover
Pertemuan Cinta (END✅ + REVISI✅) cover
Luka & Lara (Completed) cover
[✔️] paket! || Lee Haechan  cover
Drama Sepupu [END] cover
Our Story cover
BETWEEN cover
promise ( janji) cover

Eliinaa

5 partes Concluida

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.