Maybe, I'm NOTHING

Maybe, I'm NOTHING

  • WpView
    Lectures 724
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., août 1, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Ini hanya berisi curhatan tentang kamu. Tentang kisah kita beberapa tahun ini. Kisah yang membuatku mengerti akan rasa yang perlahan tumbuh di hatiku. Kisah yang membuatku mengerti akan arti cinta tak harus memiliki. Kisah yang membuatku mengerti arti kesabaran yang sebenarnya. Terima kasih kamu, yang telah mengajariku banyak hal. Terima kasih kamu, yang telah membuatku melupakan masa lalu kelamku. Terima kasih kamu, yang memberi warna di hidupku. Sekali lagi Terima kasih kamu dan selamat berjuang untuk masa depanmu :)
Tous Droits Réservés
#43
secretlove
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Just Remembrance!
  • Perjodohan paksa || jaemnnie
  • keadilan [On going]
  • Melodi Terakhir
  • GEMINTANG HATIKU
  • Cakrawala Cinta [END]
  • Venom
  • Ia Rahasiaku

Untuk : Ardian Entah bagaimana aku bisa memulainya. Tapi, ada sesuatu yang aneh terjadi padaku. Aku tak tau sampai kapan aku begini. Menanti cinta yang tak pasti. Ingin rasanya aku membisikkan kata cinta untuk hatimu. Agar kau bisa melihat besarnya rasa cintaku. Mengenaliku. Menemaniku menyusuri labirin-labirin kehidupan. Membantuku menyebrangi samudra tantangan. Hingga menemukan hilir kehidupan yang kekal. Aku ingin bersamamu menikmati hidup ini. Namun, apakah semua ini hanyalah sesuatu yang abstrak? Yang tak mungkin terjadi? *** Untuk : Krystal Kau, yang sebenarnya sudah berhasil sejak awal. Aku hanya ingin mengatakan itu. Sejak kali pertama kita bertemu di tempat pendaftaran teater. Kau yang menelponku, kau yang akan jatuh konyol dari panggung, kau yang menaruhkan kue cokelat di motorku, kau yang menyelipkan surat cinta di kue itu, kau yang menemaniku saat memasang poster, kau yang berada satu kelompok bersamaku saat olimpiade, kau yang menyanyikan musikalisasi puisimu saat di café, dan kau yang selalu berwajah konyol saat bertemu denganku. Itu semua sudah berhasil membuatku jatuh cinta padamu. Walau waktu kita selalu tidak tepat, tapi aku berharap, ini waktu yang tepat. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Ardian.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu