Before Hate After Love [slow update]

Before Hate After Love [slow update]

  • WpView
    Reads 4,927
  • WpVote
    Votes 846
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 30, 2018
"Kak Niko, tunggu!" teriak Agatha dengan segera berjalan mendekat, cowok itu langsung menghentikan langkahnya dan berbalik. "Kenapa?" tanya Niko dingin. "Yang waktu itu. Pas Raka nyium gue depan lo, itu-" "Cukup!" potong Niko. "Aku minta maaf kak" ucap Agatha tulus dengan mata yang menatap Niko lembut. "Minta maaf?" jeda Niko, Agatha hanya diam lalu mengangguk pelan. "Untuk apa lo minta maaf karna hal yang gak pernah lo sesali" sambungnya. "Maksudnya?" tanya Agatha menatap Niko bingung. "Waktu itu Raka nyium lo depan gue dan beberapa hari lalu gue liat Agas nyium lo depan umum" ucap Niko. "Kak-" "Gue gak nyangka lo semurah itu. Bahkan lo gak pantes dirupiahkan, karna lo gak punya harga diri" potong Niko lalu beranjak pergi meninggalkan Agatha yang masih mematung. Ingin rasanya Agatha menjadi tuli untuk saat ini, kata-kata yang dilontarkan Niko padanya begitu menohok hatinya yang kini sakit dan begitu hancur. Sejak satu tahun lalu hidupnya memang sudah berubah, tak ada lagi tawa, tak ada lagi cinta, yang ada hanyalah kebencian, kebencian dan kebencian. 24/08/2018 #10 readers 07/08/2018 #2 playboy 22/08/2018 #14 read
All Rights Reserved
#4
before
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • BAD LIAR (Completed)
  • Love & Lost
  • The Fault
  • First Love And Last Love(✔)🔚
  • SEWINDU
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • Round and Round [COMPLETED]
  • DiaNda (END)
  • SERENDIPITY : a Fact

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines