THE HOLE

THE HOLE

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureOngoing2h 45m
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 26, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Di sebuah ruangan yang sempit, gelap dan pengap, seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun hanya bisa meringkuk ketakutan.. Krieett.... Perlahan pintu terbuka dan secercah cahaya masuk kedalam ruangan, wajah kecilnya yang terlihat kumuh karena debu yang menempel yang basah oleh keringat dan juga beberapa memar yang telah membiru disudut bibir juga pelipisnya terlihat semakin ketakutan, nafasnya pun semakin memburu. Bocah itu tampak memberontak karena tubuhnya bergetar hebat, matanya memerah, tapi ia tak mengeluarkan suara sedikitpun. Perlahan dari balik pintu muncul seorang pria bertubuh tinggi tegap yang wajahnya tak begitu nampak jelas karena ia membelakangi cahaya yang masuk. " Shin Ryeo jun..... Ayah tadi bertengkar dengan Ibumu... Ayah sangat kesal setiap kali melihat wajahnya. Ayah minta maaf karena akhirnya Ayah harus mengakhiri kehidupan Ibumu lebih cepat. Apa kau sedih?? " ucap pria itu santai tanpa ada rasa penyesalan dari nada suaranya karena telah membunuh istrinya sendiri Wajah Ryeo jun terlihat semakin ketakutan dan ia kemudian mendekap kedua lututnya ke dada. Pria itu semakin dekat dan kemudian jongkok. Ia mengusap rambut putranya dengan lembut tapi kemudian.... Plakk!!! Bugg!! Braakk!! Plakk!!! 
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jangan Berpaling Dariku
  • This Breath Isn't Mine Anymore
  • 엑소 LUCKY'S FANS
  • Penghulu Bidadariku S2 : Aisyah Humaira
  • Iove Of S.mooongb Datuk
  • Melting Pole
  • Nyangga
  • Bunga Yang Dibenci
  • Kimetsu Academy, Pekerjaan Rahasia

Berkahwin dengan lelaki yang dia cinta merupakan impian dalam hidup Aina. Bahagia... itu yang dia mahu bersama Benjamin. " Sampah apa yang kau bagi pada aku ni?" kasar suara Benjamin menyoal. Aina mengambil dokumen yang dilemparkan Benjamin di atas meja lalu dia membelek sekali lagi. Rasanya tiada kesilapan yang dia lakukan kerana dia telah menyemak berkali-kali sebelum menghantarnya kepada Benjamin. " Erk... ini kan dokumen yang Encik Benjamin suruh saya buat." Aina membalas perlahan. Dan dia rasa ingin menampar mulut sendiri kerana menjawab. " Ini bukan dokumen yang aku suruh kau buat tapi ini sampah! Benda macam ni patut masuk dalam tong sampah, bukan kat atas meja aku!" Benjamin membentak kuat. Namun hidupnya seakan tercampak ke dalam lembah kedukaan bila Benjamin sering menolaknya jauh dari sisi. Bertahan atau mengalah... apa yang harus dia lakukan? Dibenci suami sendiri, sanggupkah Aina bertahan di sisi Benjamin?

More details
WpActionLinkContent Guidelines